Catat Kinerja Signifikan, Garuda Siap Terbitkan Obligasi

Senin, 29/10/2012

NERACA

Jakarta- Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditopang oleh tingginya konsumsi domestik nasional mendongkrak pertumbuhan kinerja industri tanah air, tidak terkecuali di sektor transportasi. Hal tersebut dibuktikan dari meningkatnya volume angkutan kargo dan pendapatan seperti yang terjadi pada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), yang sekaligus mendorong perseroan untuk menerbitkan obligasi sebagai alternatif pendanaan ekspansi.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional menciptakan peluang bisnis kargo mengalami perkembangan yang cukup signifikan di paruh kedua tahun ini. “Terjadi peningkatan perekonomian dari masing-masing daerah sehingga kapasitas dari kargo pun bertumbuh sejalan dengan pertumbuhan perusahaan,” jelas Emirsyah di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurut Emirsyah, tingkat ekonomi di daerah menyebabkan terjadinya peningkatan volume angkutan kargo. Pihaknya mencatat, pada kuartal ketiga tahun ini telah terjadi peningkatan volume angkutan sebesar 18,7% atau menjadi 201.070 ton kargo dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai 169.334 ton.

Terbitkan obligasi

Melihat pertumbuhan tersebut, kata Emirsyah, mendorong perseroan menerbitkan obligasi untuk melancarkan ekspansi usaha perseroan. “Kita berhasil mendapatkan pasar dari pertumbuhan ekonomi di daerah yang cukup baik itu, ini kesempatan buat kita untuk go,” tandasnya.

Menurut Emirsyah, penerbitan obligasi tersebut akan dilaksanakan setelah melihat kinerja keuangan pada akhir tahun 2012 dan diproyeksikan dapat terealisasi pada semester pertama 2013. “Kita lepas obligasi di semester pertama tahun 2013, tapi perlu lihat dulu kinerja keuangan kuartal keempat tahun ini,” ujarnya.

Dana obligasi tersebut, lanjut Emirsyah merupakan alternatif pendanaan untuk melakukan pengembangan usaha maskapai penerbangan Garuda Indonesia, di samping beberapa opsi pendanaan lainnya, termasuk right issue perseroan. Menurutnya, untuk menopang kinerja perseroan pun, pada pekan lalu Garuda telah membuka cargo service center yang berfungsi sebagai sarana promosi, pusat layanan kargo, dan outlet penjualan.

Kinerja Perseroan

Untuk kinerja perseroan pada kuartal ketiga 2012, Emirsyah mengatakan, perseroan mencatatkan kenaikan laba operasi secara signifikan, yaitu 140,4% menjadi US$92,75 juta seiring dengan peningkatan jumlah penumpang sebesar 20,2% atau sebanyak 14,89 juta penumpang, dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 12,38 juta penumpang.

Sementara untuk pendapatan usaha konsolidasi (consolidated operating revenue), pihaknya mencatat sebesar US$2,39 miliar, meningkat 14,4% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$2,08 miliar. Selain itu laba operasi (income from operations) juga mengalami peningkatan secara signifikan 140,4% atau sebesar US$92,75 juta dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai US$38,60 juta.

Laba komprehensif periode berjalan (comprehensive income) pun, lanjut Emirsyah mengalami peningkatan sebesar 108,2% atau dari US$29,2 juta pada kuartal ketiga di tahun sebelumnya menjadi US$60,8 juta pada periode yang sama tahun ini. Peningkatan tersebut menurut dia didukung oleh kontribusi positif dari berbagai peningkatan dalam aspek operasional antara lain peningkatan jumlah penumpang yang diangkut dan jumlah kargo diangkut.

Emirsyah menambahkan, seiring bertambahnya frekuensi penerbangan dengan masuknya pesawat-pesawat baru ke dalam jajaran armada Garuda Indonesia, kapasitas produksi (availability seat kilometer/ASK) meningkat sebesar 11,7% menjadi 26,87 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 24,05 miliar. Sementara frekuensi penerbangan meningkat hingga 17,2% menjadi 111.251 penerbangan, dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 94.899 penerbangan. (lia)