Pasca Libur Panjang, IHSG Bergerak Konsolidasi

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis kemarin, ditutup menguat tipis ditengah aksi ambil untung pelaku pasar jelang libur panjang. Namun pasca libur panjang Idul Adha, transaksi perdagangan saham akan kembali menguat.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, transaksi perdagangan saham Senin awal pekan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat, “Diperkirakan, IHSG akan bergerak pada pola konsolidasi pada kisaran 4.320 - 4.349 poin pada Senin pekan depan (29/10)," katanya di Jakarta kemarin.

Sebelumnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) Kamis sore ditutup naik 3,78 poin atau 0,09% ke posisi 4.339,15. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,73 poin (0,10%) ke level 749,60.

Kata Purwoko, IHSG ditutup menguat tipis menjelang libur panjang akhir pekan. Pergerakan indeks dibayangi oleh kekhawatiran akan melambatnya petumbuhan ekonomi global. Dia menambahkan, tingkat mengangguran di AS diperkirakan akan meningkat.

Sementara data manufaktur Jerman, data industri jasa serta manufaktur kawasan Eropa ternyata dibawah perkiraan sehingga turut menyumbang sentimen negatif, “Sentimen global membuat pelaku pasar menahan aktifitasnya di pasar saham," ujarnya.

Dari dalam negeri, dikatakan dia, investor juga masih mengambil posisi "wait and see" atas pengumuman laporan keuangan emiten kuartal ketiga 2012. Saham-saham unggulan berbasis konsumer dan agrikultur menjadi penopang penguatan pasar saham. Indeks berhasil menguat, meski hanya empat sektor industri yang berada di teritori positif.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 143.071 kali pada volume 5,17 miliar lembar saham senilai Rp 3,916 triliun. Sebanyak 114 saham naik, sisanya 106 saham turun, dan 121 saham stagnan.

Sementara bursa-bursa di Asia hampir kompak menguat di zona hijau, hanya pasar saham China yang Kamis sore jatuh ke zona merah. Aksi beli mulai kembali terjadi seiring kepercayaan diri investor yang membaik.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 850 ke Rp 50.900, Multi Prima (LPIN) naik Rp 400 ke Rp 9.700, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 300 ke Rp 7.250, dan Mayora (MYOR) naik Rp 250 ke Rp 23.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 1.300 ke Rp 13.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 42.300, Fast Food (FAST) turun Rp 250 ke Rp 13.500, dan Telkom (TLKM) turun Rp 150 ke Rp 9.650.

Sementara pada perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup pula naik tipis 0,551 poin (0,01%) ke level 4.335,926. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 1,197 poin (0,16%) ke level 750,075. Kinerja emiten perbankan yang diumumkan cukup gemilang, sehingga investor mulai memburu saham-sahamnya. Indek sektor finansial pun naik paling tinggi pada perdagangan Kamis kemarin

Sayangnya, koreksi di saham-saham lapis dua dan komoditas menjadi beban untuk penguatan IHSG. Sehingga, indeks bergerak fluktuatif dalam rentang yang tipis. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 74.514 kali pada volume 2,903 miliar lembar saham senilai Rp 1,808 triliun. Sebanyak 90 saham naik, sisanya 98 saham turun, dan 112 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 650 ke Rp 50.700, Multi Prima (LPIN) naik Rp 500 ke Rp 9.800, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 150 ke Rp 7.100, dan Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 150 ke Rp 8.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bayan (BYAN) turun Rp 450 ke Rp 10.100, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 42.300, Fast Food (FAST) turun Rp 250 ke Rp 13.500, dan FKS Multi Agro (FISH) turun Rp 175 ke Rp 2.275.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 2,16 poin atau 0,05% ke posisi 4.337,53. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,55 poin (0,07%) ke level 749,43, “Pergerakan indeks BEI mengikuti bursa Asia yang dibuka 'mixed' dengan kecenderungan menguat tipis seiring penguatan indeks futures bursa AS," kata analis Samuel Sekuritas Sally Agustina.

Namun demikian, dikatakan dia, indeks BEI akan bergerak mendatar dengan rentang sempit di 4.320 - 4.360 poin seiring pasar lebih memilih "wait and see" mengantisipasi libur panjang akhir pekan ini dan menanti rilis laporan keuangan kuartal ketiga 2012.

Sedangkan Purwoko Sartono menambahkan, pada perdagangan Kamis indeks BEI diperkirakan dibayangi pengumuman data industri jasa dan manufaktur di Eropa. Selain itu, libur panjang akhir pekan diperkirakan juga mendorong investor mengamankan portofolio ditengah kekhawatiran akan melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 36,88 poin (0,17%) ke level 21.800,66, indeks Nikkei-225 naik 52,85 poin (0,59%) ke level 9.007,15, dan Straits Times menguat 7,34 poin (0,24%) ke level 3.052,07. (bani)

BERITA TERKAIT

Stabilitas Ekonomi Menopang Laju IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis  (12/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 43,41…

Lagi Profit Taking Bikin IHSG Kembali Loyo

NERACA Jakarta – Selang sehari indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat, kini indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut kambali…

Analis : IHSG Bakal Cetak Rekor Baru 6000 - Banyak Sentimen Positif

NERACA Jakarta – Tren penguatan terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) diyakini bakal membawa rekor baru indeks di Bursa Efek…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…