Beban Utang Buana Finance Capai Rp 2,4 Triliun - Kinerja Kuartal III

NERACA

Jakarta – Meskipun laba PT Buana Finance Tbk (BBLD) tumbuh sepanjang kuartal tiga menjadi Rp 109,47 miliar dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 70,37 miliar, namun kondisi ini tidak sejalan dengan beban utang perseroan yang sebaliknya naik 32,02% atau sebesar Rp 589,9 miliar menjadi Rp 2,4 triliun.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (24/10). Disebutkan, utang perseroan ini mendominasi peningkatan liabilitas perseroan sebesar 30,9% senilai Rp594,6 miliar menjadi Rp2,5 triliun berdasarkan audit tahun 2011.

Untuk utang perseroan berasal dari lembaga keuangan dan bank. Namun peningkatan utang ini sejalan dengan peningkatan volume pembiayaan baru selama periode 9 bulan tahun 2012. Sementara aset perseroan meningkat 23,7% senilai Rp678,4 miliar menjadi Rp3,5 triliun.

Hal ini didorong peningkatan volume pembiayaan baru menjadi Rp2,1 triliun dari Rp1,9 triliun di tahun 2011. Seiring dengan hal ini, portofolio investasi sewa pembiayaan neto mengalami peningkatan sebesar 31,9% menjadi Rp3,1 triliun dari tahun 2011. Sementara itu, perseroan mencatatkan laba bersih naik menjadi Rp109,47 miliar hingga kuartal ketiga 2012 dari periode yang sama 2011 sebesar Rp70,37 miliar.

Sebagai informasi, perseroan mencatatkan laba periode berjalan naik menjadi Rp109,47 miliar hingga kuartal ketiga 2012 dari periode yang sama 2011 sebesar Rp70,37 miliar. Pendapatan perseroan naik menjadi Rp436,11 miliar, YoY dari Rp287,17 miliar. Beban naik menjadi Rp289,27 miliar, YoY dari Rp193,20 miliar. Laba per saham dasar perseroan naik menjadi Rp67, YoY dari Rp43.

Sementara itu, liabilitas BBLD naik menjadi Rp2,51 triliun pada 30 September 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp1,92 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp1,02 triliun pada 30 September 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar Rp938,65 miliar. Sedangkan kas dan setara kas perseroan naik menjadi Rp43,35 miliar pada 30 September 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar Rp29,17 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Beban Utang Negara

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menegaskan masyarakat tak khawatir terhadap kebijakan pemerintah untuk berutang. Alasannya, utang merupakan responsibility choice dan strategi…

Dilema Utang vs Pajak

  Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi Neraca Ketika melihat data keseimbangan primer atau kemampuan pemerintah membayar utang di dalam…

KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8% - Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…