November, BEI Resmikan PT Perlindungan Investor Efek Indonesia

NERACA

Jakarta– Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan, pihaknya akan meresmikan lembaga baru PT Perlindungan Investor Efek Indonesia pada bulan depan atau November, “Lembaga baru ini tidak berada dibawah SRO dan ini adalah realisasi dari proyek pembentukan perlindungan investor pasar modal atau Investor Protection Funds (IPF),”katanya di Jakarta, Rabu (24/10).

Dia menuturkan, sesuai target lembaga baru ini akan hadir sebagai lembaga perlindungan investor pasar modal. Namun untuk operasional, pungutan pada nasabah dan teknisnya belum bisa direalisasikan karena masih menunggu hasil kajian dari steakholder industri pasar modal.

Sementara Direktur BEI Frederica Widyasari Dewi menuturkan, nantinya modal untuk lembaga ini awalnya akan disetor dari PT Bursa Efek Indonesia dan dua self regulatory organizatioan (SRO) lain seperti PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebesar Rp 100 miliar.

Hal ini mengingat pihak perusahaan efek merasa keberatan akan biaya yang dibebankan lagi atas biaya penjaminan dari lembaga ini. “Rp15 miliar untuk untuk biaya PT-nya dan Rp85 miliar dibagi tiga,” ujarnya.

Namun, saat ditanya nama dari lembaga ini Frederica belum bisa menyebutkan namanya apa. Menurutnya, secepatnya nama tersebut akan dibentuk. Berdasarkan sumber dipasar modal, nantinya nama dari lembaga ini bernama Perlindungan Investor Efek Indonesia (PIEI). Nama ini nama yang diusulkan oleh sebagian sekuritas di RUPSLB BEI.

Sebelumnya, pihak BEI menjanjikan akan merealisasikan lembaga perlindungan dana pemodal (IPF) pada semester dua di 2012. "Untuk tahun 2012 Investor Protection Fund sebenarnya secara umum masih tetap sesuai dengan schedule, karena memang dead-linenya tahun depan. Kami tetap optimis pada tahun depan Investor Protection Fund dapat dijalankan,”kata Ito Warsito.

Dijelaskannya, IPF dibentuk terpisah dari otoritas bursa (BEI) agar lebih fokus menjalankan tanggung jawab dan tugasnya. Pada IPF akan disediakan konsultan independen. Menurutnya, secara prinsip IPF ini hampir sama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang melindungi nasabah perbankan. IPF hanya menjamin dana nasabah apabila terjadi kejahatan di pasar modal seperti penggelapan dana nasabah dan bukan karena kerugian investasi. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Saham INDR dan BNBR

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Indorama…

Indonesia Siap Gelar Asian Games 2018

  Oleh : Steven Sulu, Mahasiswa Nusa Cendana Kupang Kali ini ajang pertandingan antar negara siap dilakukan di Indonesia. Asian…

Warga Soloraya Didorong Jadi Investor SWAT

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut baik langkah "initial public offering" (IPO) atau penjualan sebagian saham yang dilakukan oleh perusahaan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Profil Keuangan Dinilai Stabil - Moody’s Naikkan Peringkat XL Axiata

NERACA Jakarta – Meski pencapaian kinerja keuangan di kuartal pertama 2018 tidak terlalu positif dengan laba bersih terkoreksi 63% dari…

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Indo Straits Incar Pendapatan US$ 20,91 Juta

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) menargetkan total pendapatan sebesar US$ 20,91 juta. Operations Director PT…