BKPM Luncurkan Online Tracking System - Percepat Izin Investasi

NERACA

Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) secara resmi meluncurkan Online Tracking System yang dapat diakses oleh seluruh investor dalam negeri maupun luar negeri melalui portal BKPM. Kepala BKPM Chatib Basri berharap sistem ini bisa meningkatkan kepastian mengenai waktu yang dibutuhkan untuk mengurus izin investasi. “Investor bisa tahu persis izin yang sedang diproses ada di mana dan jika ada permasalahan,” jelas Chatib di kantornya, Rabu.

Menurut data BKPM, dalam keterangan tertulisnya, beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia telah meningkat di mana salah satunya di-support oleh adanya kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Upaya pemerataan investasi ke daerah-daerah di luar Jawa dan peningkatan peran perusahaan penanaman modal dalam negeri telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari meningkatnya investasi yang dilakukan oleh pengusaha nasional dan meningkatnya penyebaran kegiatan investasi yang dilakukan oleh perusahaan penanaman modal di luar Jawa.

Di samping itu perusahaan penanaman modal juga dapat meningkatkan penyediaan lapangan kerja langsung, yang pada akhirnya menurunkan tingkat pengangguran dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas. “Kalau ada masalah di tengah proses, misalnya, dokumen kurang. Kami usahakan bisa pakai push e-mail. Investor bisa langsung dapat informasi, begitu juga ketika izinnya selesai,” lanjutnya.

Dalam rangka menjaga kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia serta meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia, diperlukan dukungan kebijakan lintas sektor, penyediaan infrastruktur yang memadai, iklim ketenagakerjaan yang kondusif, serta perbaikan pelayanan penanaman modal (service excellence) di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat dan Daerah. Selain itu, Pemerintah juga berusaha menciptakan iklim usaha yang kondusif. Upaya pemerintah ini diwujudkan melalui transparansi proses pelayanan perizinan investasi dengan dasar Undang Undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BKPM secara berkelanjutan berupaya memperbaiki pelayanan penanaman modal dan mendukung keterbukaan informasi kepada publik dengan membuat sebuah sistem yang dinamakan Online Tracking System. Melalui sistem ini, secara transparan, investor akan mendapatkan kepastian mengenai proses penerbitan perizinan di PTSP Pusat dan Daerah, dan memonitor proses perizinan penanaman modal dari tahap registrasi hingga saat produk izin siap untuk diambil oleh investor.

Chatib juga mengharapkan transparansi melalui online tracking system bisa mendorong pegawai BKPM untuk mempercepat proses perizinan. “Tidak ada lagi alasan dokumen hilang atau terselip. Investor bisa awasi langsung dokumen yang sedang diurus,” katanya.

Online tracking system merupakan bagian dari Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE). Seluruh data perizinan yang diajukan oleh investor terekam dalam database SPIPISE sehingga investor dapat melacak posisi dan status permohonan perizinannya. Jenis perizinan yang dapat diakses melalui online tracking system adalah: Pendaftaran Penanaman Modal, Izin Prinsip, Izin Usaha, dan Surat Persetujuan Pembebasan Bea Masuk Bahan Baku dan Barang Modal.

Investor dapat menikmati layanan Online Tracking System, melalui perangkat elektronik seperti Personal Computer, Laptop, Tablet, dan Smartphone. Fasilitas ini terdapat pada halaman utama portal BKPM pada bagian kiri bawah.

Saat ini layanan online tracking system telah dapat digunakan oleh investor yang melakukan permohonan perizinan di PTSP BKPM. Ke depannya, online tracking system akan dapat digunakan oleh seluruh investor yang melakukan permohonan perizinan di PTSP Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

BERITA TERKAIT

Bank SulutGo Ajukan Izin Terbitkan Kartu Debit

  NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mengajukan permohonan izin kepada Bank…

Kontribusi Sektor Logam Pada Transaksi Online Hingga 70 Persen - Hasil Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional terus didorong agar dapat memanfaatkan fasilitas promosi online melalui platform…

Toyota Akan Gelontorkan Investasi Baru Untuk Mobil Listrik

Toyota melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) siap menggelontorkan untuk pengembangan mobil listrik di dalam negeri, yang ditargetkan pemerintah…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Laporan Keuangan - Satu Dekade, Kemenperin Raih Opini WTP Berturut

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan…

Dukung Industri 4.0 - Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…