Agung Podomoro Targetkan Penjualan Vimala Hill Rp 450 Miliar - Luncurkan Kluster Rinjani

NERACA

Jakarta - PT Putra Adhi Prima, anak usaha Agung Podomoro Land Group menargetkan penjualan hunian resort Vimala Hills dari lima klaster yang diluncurkan sebesar Rp450 miliar pada akhir tahun 2012, “Dari klaster 1-4 sebelumnya, yaitu sekitar 170 unit telah habis terjual, nilainya sebesar Rp350 miliar. Sementara untuk klaster Rinjani yang berjumlah 37 unit ditargetkan akhir tahun ini dengan total nilai penjualan sekitar Rp100 miliar,”kata General Manager Marketing Vimala Hills & Resort, Zaldy Wihardja di Jakarta, Selasa (23/10).

Zaldy mengatakan, klaster Rinjani adalah klaster kelima di resort seluas 100 hektare. Meskipun secara seremonial peluncuran baru akan dilakukan pada 25 Oktober, klaster Rinjani menunjukkan prospek yang sangat baik. Buktinya, dari sebanyak 37 unit, saat ini perusahaan mencatat ada sebanyak 10 unit yang sudah dipesan. “Animo terhadap klaster Rinjani ini juga cukup bagus, karena bahkan sebelum diluncurkan 10 unit dari total unit yang ditawarkan telah direservasi,” ujarnya.

Menurut Zaldy, klaster Rinjani menyediakan beberapa tipe kamar dengan harga mulai dari Rp1,3 miliar hingga Rp8,5 miliar, di mana tiap unitnya memiliki kisaran luas tanah 200 meter persegi sampai 1.000 meter persegi. Sementara khusus untuk tipe dengan 5 bedroom, harga yang dipatok lebih bervariasi, yaitu dari Rp5 miliar-Rp10miliar bergantung pada pondasi yang menyesuaikan dengan kontur tanah berbukit. Sementara untuk serah terima klaster Rinjani, lanjut Zaldy akan dilakukan pada tahun 2015.

Pembangunan resort Vimala Hills, kata Zaldy tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian yang dekat dengan alam. Resort ini pun lanjut dia didukung oleh designer dan arsitek berskala internasional sekelas Peridian dan OLSA. Dilengkapi juga dengan sejumlah fasilitas seperti outbond Retreat, Fishing Village, Retirement village dan clubhouse.

Karena itu, dia menilai konsep hunian resort Vimala Hills memiliki nilai investasi yang cukup menjanjikan. Di samping itupun, kata dia juga memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan yang dapat ditingkatkan menjadi sertifikat hak milik sehingga sangat menarik bagi para investor.

Dia menambahkan, pada tahap II dan III pihaknya akan membangun kembali 300 unit vila dan juga hotel bintang lima yang akan dioperasikan oleh Pullman. Rencananya, hotel Pullman akan dirancang dengan 400 kamar dan 40 unit vila, dan mulai dibangun pada pertengahan atau akhir tahun depan. Dengan demikian, tambah Zaldy, saat klaster mulai serah terima hotel itu sudah terbangun.

Agung Podomoro Group sendiri memiliki 24 anak usaha dibidang properti, di Jakarta, Karawang, bandung, Bali, Balikpapan, dan Makassar. Dalam 10 tahun terakhir, perseroan telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek properti. Mayoritas proyek tersebut ditujukan bagi kalangan menengah dengan kisaran mulai dari low cost apartement sampai dengan high end di Jakarta Selatan, pusat perbelanjaan, hotel, serta gedung perkantoran atau office tower. (lia)

BERITA TERKAIT

Intiland Targetkan Penjualan Rp 3,3 Triliun - Mengandalkan Proyek Mixed Use

NERACA Jakarta – Geliat bisnis properti di tahun politik diyakini masih berpeluang tumbuh, menjadi sentimen positif bagi PT Intiland Development…

Harvest Time Targetkan Listing April 2018 - Lepas 1,86 Miliar Saham Ke Publik

NERACA Jakarta – Memanfaatkan melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG), dinilai waktu yang tepat untuk melaksanakan penawaran umum saham…

Mantan Dirut Telkom Luncurkan Buku - Kupas Proses Go Public Telkom

NERACA Jakarta –Menjadi perusahaan terbuka dengan nilai kapitalisasi di pasar modal terbesar atau mencapai Rp 400 triliun, merupakan suatu pencapaian…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk telah memeroleh persetujuan perizinan pembukaan unit usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…