Bank Milik Tomy Winata Rights Issue 4,51 Miliar Saham

NERACA

Jakarta - PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) akan melakukan penawaran umum terbatas IV/rights issue (PUT IV) dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Rencananya, perseroan akan melepas sebanyak-banyaknya 4,51 miliar saham dengan nilai nominal Rp110,88 dengan harga penawaran Rp111 per saham.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam prospektusnya di Jakarta, kemarin. Disebutkan, nantinya dana hasil rights issue dan pelaksanaan waran seri I akan digunakan untuk modal kerja, dan selanjutnya disalurkan dalam aset produktif khususnya untuk penyaluran kredit.

Bank mlik Tomy Winata ini mengungkapkan, saham yang berasal dari HMETD itu sebesar 34,48% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan HMETD. Total dana yang akan diraih dari hasil penawaran umum terbatas IV sebesar Rp500,96 miliar.

Perseroan juga menawarkan waran seri I sebanyak-banyaknya 2,70 miliar dalam rights issue ini. Adapun setiap pemegang 19 saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 4 Desember 2012 mempunyai 10 HMETD dengan setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga penawaran Rp111.

Pada setiap 10 saham hasil pelaksanaan HMETD tersebut melekat 6 waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang HMETD yang melaksanakan haknya. Adapun waran seri I adalah efek yang memberikan kepada pemegangnya hal untuk melakukan pembelian saham biasa atas nama yang bernilai nominal Rp110,88 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp111.

Jumlah dilusi kepemilikan setelah seluruh waran seri I dilaksanakan sebesar 45,71%. Bila saham yang ditawarkan dalam rangka rights issue tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya, sebagaimana tercantum dalam sertifikat bukti HMETD secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan.

Jika setelah dialokasikan masih terdapat sisa saham yang belum dikeluarkan, maka sisa saham tersebut tidak dikeluarkan oleh Perseroan dan tetap dalam portepel Perseroan. Pencatatan HMETD di BEI pada 6 Desember 2012 dan periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD pada 6 Desember-12 Desember 2012. Pelaksanaan rights issue dilakukan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada 22 November 2012.

Sebelumnya, ada PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang juga akan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) V untuk peningkatan modal. Direktur Keuangan Bank Permata Giridhar S Varadachari pernah mengatakan, dengan PUT nantinya perseroan dapat meningkatlkan modal dan memperkuat posisi modal inti (Tier-1 capital) untuk mendukung ekspansi usaha, “Melalui PUT V ini, Bank Permata akan mengeluarkan tambahan saham Kelas B sebanyak 1,64 miliar lembar seharga Rp1.215 per lembar saham baru,”ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Bank Sumut Targetkan Kelola Dana Nasabah Prioritas Rp400 miliar

      NERACA   Medan - Bank Sumut menargetkan jumlah nasabah prioritas hingga akhir 2017 mencapai 300 dengan total…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

Bank Mandiri Gandeng Rintis dan Citilink - Perkuat Digital Banking

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melakukan kerja sama dengan operator layanan switching PT Rintis…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…