Aksi Ambil Untung, IHSG Masih Terkoreksi

NERACA

Jakarta – Transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa sore ditutup melemah. Dimana indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI ditutup terkoreksi 11,232 poin (0,26%) ke level 4.330,145. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 3,840 poin (0,51%) ke level 748,462. Indeks melemah akibat di picu aksi ambil untung investor dan saham-saham berbasis konsumer paling banyak terkena koreksi.

Kata analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin, aksi ambil untung pelaku pasar mampu melemahkan pergerakan indeks BEI, “Beberapa pelaku pasar masih mengambil posisi 'profit taking'. Namun, kinerja laporan keuangan emiten yang mayoritas diekspektasikan positif menahan koreksi indeks BEI lebih dalam," katanya di Jakarta, Selasa (23/10).

Dia mengatakan bahwa hasil KTT eropa mengenai penanganan krisis di Eropa yang dinilai belum menunjukan perbaikan menjadi salah satu alasan pelaku pasar melakukan lepas saham. Sementara analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengemukakan bahwa pelemahan IHSG mengikuti gerak bursa regional menyusul kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi China.

Menurut jadwal, China akan mengumumkan data manufaktur dalam waktu dekat. Selain dari China, lanjut dia, kegagalan menteri-menteri Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan pemberian bantuan kepada Spanyol menimbulkan kekhawatiran bahwa krisis Eropa masih jauh dari usai. Oleh karena itu, dia memperoyeksikan indeks BEI Rabu akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di kisaran 4.310--4.345 poin di tengah lesunya pasar.

Pada perdagangan kemarin, sektor konsumer paling banyak kena koreksi turun 1,64%, saham-sahamnya banyak dilepas investor. Saham-saham komoditas menjadi penopang jatuhnya bursa sehingga tida terlalu dalam.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 120.369 kali pada volume 4,385 miliar lembar saham senilai Rp 4,134 triliun. Sebanyak 111 saham naik, sisanya 126 saham turun, dan 92 saham stagnan. Sementara bursa-bursa di regional ditutup dengan mixed. Sedangkan bursa saham Hong Kong tidak menyambut hari libur nasional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.100 ke Rp 54.200, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 42.700, Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 225 ke Rp 3.000, dan Jasa Prima (KARW) naik Rp 200 ke Rp 1.010.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 50.550, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 19.500, Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 25.500, dan Hero Supermarket (HERO) turun Rp 275 ke Rp 3.500.

Sebaliknya perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik tipis 3,087 poin (0,07%) ke level 4.344,464. Sementara indeks LQ45 menipis 0,197 poin (0,03%) ke level 752,105. Indeks bergerak fluktuatif dalam rentang yang tipis. Meski lebih banyak menghabiskan waktu di zona hijau, tapi indeks juga sempat menyentuh zona merah beberapa kali, hingga di level terendahnya di 4.339,348.

Sebanyak tujuh sektor berhasil menguat akibat aksi beli, sedangkan tiga sisanya masih melemah. Penguatan kali ini dipimpin oleh sektor perdagangan. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 66.157 kali pada volume 2,34 miliar lembar saham senilai Rp 2,146 triliun. Sebanyak 105 saham naik, sisanya 86 saham turun dan 104 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 42.750, Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 200 ke Rp 6.450, Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 20.800, dan Duta Pertiwi (DUTI) naik Rp 175 ke Rp 3.175.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 50.850, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 19.500, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 25.750, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 16.200.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 1,77 poin atau 0,04% ke posisi 4.343,15. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,45 poin (0,06%) ke level 752,75. Sebelumnya, analis Purwoko Sartono mengatakan, IHSG menguat tipis setelah pada hari sebelumnya bergerak cenderung konsolidasi pada kisaran yang sempit. "Pasar tampaknya masih melakukan 'wait and see' atas laporan kinerja emiten kuartal III tahun ini,”ujarnya.

Disisi lain, kata dia, beberapa berita negatif dari eksternal tampak membayangi gerak bursa regional antara lain laporan keuangan emiten di AS dan data perumahan yang lebih rendah dari estimasi serta pertemuan pemimpin negara Eropa yang tidak berhasil sepakat terkait bantuan untuk Spanyol.

Sementara analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin menambahkan, ekspektasi pelaku pasar yang optimis terhadap kinerja laporan keuangan emiten kuartal III tahun ini masih menjadi salah satu katalis penguatan IHSG BEI. "Pelaku pasar masih mengakumulasi saham-saham yang memiliki kinerja positif dan sudah tertekan harganya pada hari sebelumnya," kata Abidin.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng Selasa dibuka menguat 145,79 poin (0,68%) ke level 21.697,55, indeks Nikkei-225 naik 7,12 poin (0,08%) ke level 9.017,83, dan Straits Times menguat 5,05 poin (0,17%) ke level 3.050,72. (bani)

BERITA TERKAIT

Laju IHSG Sepekan Kemarin Menguat 1,32%

NERACA Jakarta – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin mengalami kenaikan 1,32% ke posisi 6.591,58 poin dari 6.505,52…

IHSG Konsolidasi Menunggu Laporan Keuangan

Analis pasar modal menilai bahwa pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung bergerak konsolidasi mengantisipasi…

BI Nilai Pelonggaran Bunga Masih Bisa Berlanjut

  NERACA Jakarta - Bank Indonesia mengklaim pelonggaran suku bunga kredit perbankan masih dapat berlanjut di 2018, meskipun penurunan suku…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk telah memeroleh persetujuan perizinan pembukaan unit usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…