Express Taxi Tetapkan Harga IPO Rp 560 Per Saham

NERACA

Jakarta – PT Express Transindo Utama Tbk menetapkan harga saham perdana (IPO) sebesar Rp560 per saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Perusahaan pengelola Taxi Express melepas 1,05 miliar sahamnya ke publik atau setara dengan 48,99% dari modal disetornya.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam prospektusnya di Jakarta, kemarin. Disebutkan, pernyataan efektif dari IPO Express Taxi ini telah diperoleh pada 22 Oktober 2012, masa penawaran umum pada 24, 25 dan 29 Oktober dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 November 2012.

Dari dari hasil IPO diantaranya sebanyak 63% akan digunakan untuk pengembangan investasi baru taksi reguler. Kemudian sisanya 20% akan digunakan untuk pembayaran pokok utang ke BCA, dan pembayaran penalti pembayaran utang yang dipercepat kepada BCA sebesar 0,75%.

Selanjutnya 16% akan digunakan untuk akuisisi 100% kepemilikan di PT Express Mulia Kencana.

Direktur Keuangan PT Express Trasindo Utama, David Santoso pernah bilang, dengan mengakuisisi Ekspres Mulia Kencana bakal mendongkrak pertumbuhan perseroan. Saat ini market share perseroan mencapai 35% dari pasar taksi nasional. Sedangkan PT Express Mulia Kencana. merupakan anak usaha dari PT Express Transportasi Antarbenua.

Sementara Head Of Investment Banking PT Mandiri Sekuritas Dadang Suryanto menjelaskan, dasar penentuan harga penawaran saham ditentukan berdasarkan perbandingan rasio per pendapatan dengan perbandingan perusahaan sejenis yang telah tercatat di bursa regional. Pasalnya, di Indonesia memang ada perusahaan yang memiliki lini bisnis yang sama dengan perseroan namun pergerakan sahamnya tidak likuid ditransaksikan investor. “Perusahaan sejenis di Bursa Indonesia memang ada, namun kebetulan sizenya tidak likuid, makanya kami bandingkan dengan yang perusahaan sejenis di bursa regional yang rata-rata PER-nya sekitar 11,4 kali. Jadi PER yang kami tawarkan sekitar 7 kali-12 kali,” ungkap Dadang.

PT Express Transindo Utama menargetkan dapat memperoleh dana berkisar Rp462,56 miliar hingga Rp904,10 miliar dari hasil penawaran umum perdananya. (bani)

BERITA TERKAIT

Jaga Kualitas Produksi Tambang - BRMS Kirim Dore Bullion dari Poboya Ke Jakarta

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di sektor pertambangan, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) terus mengoptimalkan nilai tambah dalam…

Pasca Marubeli Miliki Saham - SILO Kembangkan Potensi Bisnis Kesehatan

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan bisnis layanan kesehatan yang dinilai memiliki prospek positif, PT Siloam Internasional Tbk (SILO) terus perluas kerjasama…

Sentimen Virus Corona Bikin IHSG Merana

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (25/2) sore ditutup melemah dipicu meluasnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mudahkan Pengembang Cari Modal - DPD REI DKI Targetkan Lima Anggotanya IPO

NERACA Jakarta –Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengajak anggotanya yang merupakan perusahaan pengembang…

Ketatnya Kompetisi Pasar Mobil - Pendapatan Astra Internasional Terkoreksi Tipis 1%

NERACA Jakarta – Tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bisnis PT Astra Internasional Tbk (ASII). Pasalnya, sentimen melorotnya…

IHSG Merana Karena Corona - BEI Cermati Pasar Hingga Protokol Krisis

NERACA Jakarta – Tren penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak Senin awal pekan kemarin sebagai respon sentimen negatif virus…