Mengubah Keadaan dengan Secangkir Kopi

Owner PT Toffee Coffee Indonesia : Rakhma Sinseria

Sabtu, 27/10/2012

NERACA

Mengeluti bisnis tak beda dengan menaiki roller coaster, penuh tantangan. Tak sedikit orang yang takut, namun beberapa orang justru menikmatinya. Satu diantara orang yang mampu menjalaninya adalah Rakhma Sinseria, pendiri dan pengelola Toffee Coffee. Ditangannya sebuah perbedaan besar mampu dilakukannya hanya dengan secangkir kopi.

Antusias bisnis perempuan kelahiran Kota Malang ini memang sudah menyelimuti sejak duduk dibangku SMA. Dimulai dari bisnis kecil persewaan VCD, playstation, menjual baju, hingga menjajal peruntungan dengan mengikuti Multi Level Marketing (MLM), namun semua kandas ia lakukan.

Memang tak ada kata menyerah, bagi perempuan lulusan Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang ini. Rakhma akrab ia disapa, mulai melirik bisnis kuliner dengan kopi sebagai piliha, "Saya memang penggemar kopi," ujarnya.

Perjalanan usahanya bukan tanpa kerikil. Kesalahan dalam strategi keuangan dan marketing pernah ia rasakan. Bahkan sempat membuat bisnisnya jatuh bangkrut. Saya sempat berpikir untuk menutup, kenang Rakhma. Namun entah mengapa, hati kecilnya berkata lain. "Saya harus tetap mempertahankan bisnis ini," bathin berbisik, dan dia berhasil membuktikannya.

"Setiap kegagalan bagi saya adalah suatu pelajaran, sehingga saya tahu bahwa yang saya lakukan sebelumnya salah, maka saya segera merubah cara dan membulatkan tekad untuk bangkit," ujarnya.

Sejak berdiri tahun 2006, kini lebih dari 100 kedai telah berdiri. Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Surabaya, dan beberapa kota di luar Jawa, dengan omzet hingga Rp 5 miliar. Fantastis.

Rakhma berkisah. Bila bisnis yang digelutinya bermula dari cinta. Kedatangan Odi Anindito, sang suami ke tanah air usai menuntut ilmu di Kota Melbourne, Australia tahun 2005, tak hanya membawa kebahagiaan bagi perempuan berperawakan mungil ini, namun awal dari langkah perubahan dalam kehidupan rumah tangganya.

Odi akrab ia disapa, memang pernah bekerja paruh waktu disebuah kedai kopi setempat. Pengalaman inilah yang begitu membekas bagi Odi. Ia dihadapkan realitas bila kopi Indonesia sangat digemari warga Melbourne. "Kami yakin mampu menyajikan kopi dari kekayaan negeri sendiri," jelas pasangan yang telah dikarunia dua orang putra yang sangat mereka cintai.

Untuk memperkuat bisnisnya, mereka mulai memetakan strategi dan menyusun langkah jitu dengan menjalankan konsep kerjasama kemitraan. Bahkan Rakhma rajin mengikuti berbagai pelatihan usaha kecil dan menengah yang digelar beberapa lembaga dan instansi pemerintah, "Pemahaman seputar keuangan dan manajemen usaha sangat penting," ujar Rakhma.

Dayung bersambut. Sejumlah mitra usaha antusias menjalin kerjasama. Rakhma kian merapatkan barisan, membangun visi seiring-sejalan dengan para mitra kerja, "Kita jangan lakukan setengah hati," ucapnya memberi semangat kepada koleganya.

Dalam menjalankan roda bisnis yang tengah dirintisnya, Rakhma senantiasa berusaha memperlakukan setiap anggota tim layaknya bagian dari keluarga, "Setiap anggota tim harus merasa diterima dan nyaman, selain memenuhi kebutuhan dasar, setiap anggota tim dapat berkreasi dan berkarya," ungkap peraih penghargaan The Best Business Concept Indonesia Franchise Start Up (2010) dan peraih penghargaan Ernst & Young Entrepreneurial Winning Women (2012) ini bersikap.

Ia dan sang suami pun berbagi tugas. Rakhma mengendalikan manajerial dan pemasarannya, sedangkan Odi mencari konsep dan mencari kopi ke daerah-daerah. Walhasil Odi pun mendapat kopi Sumatera Gayo dan Gelintong, Sulawesi Toraja Kalosi, Jawa Moca, dan Bali Batu Karu.

Kerja keras Rakhma dan suaminya mulai berbuah hasil. Satu demi satu Coffee Toffee mulai menjamur seantero Jakarta dan sekitarnya. Produk mereka mulai mencuri hati konsumen. Kualitas produk, harga terjangkau, dan pelayanan terbaik menjadi kunci keberhasilan. "Saya berharap Coffee Toffee dapat lebih kuat dan tentu lebih besar dimasa mendatang," ujar perempuan yang mampu mengubah keadaan hanya dengan secangkir kopi.