Potensi Energi Arus Laut di Indonesia

Sabtu, 27/10/2012

NERACA

Sebagai negara kepulauan pengembangan dan pemanfaatan teknologi alternatif baru dan terbarukan dari arus laut sangat mungkin untuk dilakukan. Pembangkit listrik energi arus laut memiliki banyak kelebihan baik secara ekonomis, ekologis dan sosial serta geografi.

Selain itu kapasitas energi yang dihasilkan jauh lebih besar daripada tenaga angin. Energi yang dihasilkan pada kecepatan arus laut sebesar 12mph (mileperhour) sebanding dengan kecepatan massa udara atau angin yang bergerak sebesar 110mph, maka arus laut merupakan sumber energi alternatif yang sangat potensial.

Kecepatan arus pasang-surut di pantai-pantai perairan Indonesia umumnya kurang dari 1,5 m/detik, kecuali di selat-selat diantara pulau-pulau Bali, Lombok, dan Nusa Tenggara Timur, kecepatannya bisa mencapai 2,5-3,4 m/detik.

Arus pasang-surut terkuat di Indonesia tercatat adalah di Selat antara Pulau Taliabu dan Pulau Mangole di Kepulauan Sula, Propinsi Maluku Utara, dengan kecepatan 5,0 m/detik. Berbeda dengan energi gelombang laut yang hanya terjadi pada kolom air di lapisan permukaan saja, arus laut bisa terjadi pada lapisan yang lebih dalam.

Selain itu, daerah pesisir yang menghadap ke arah samudra memiliki potensi gelombang yang sangat besar. Daerah di antara dua pulau menjadikan terjadinya aliran arus laut yang membesar akibat adanya efek dari penyempitan celah di selat.

Secara umum, air laut memiliki potensi energi yang lebih besar jika dibandingkan dengan energi yang dihasilkan oleh angin. Air laut memiliki massa jenis sebesar 1.025 kg/m3 yang jauh lebih besar dibandingkan dengan massa jenis udara sebesar 1,223 kg/m3.

Potensi energi yang yang dikandung oleh laut di antaranya adalah potensi energi kinetik (arus laut, arus pasang surut), energi potensial (gelombang laut, tinggi pasang surut), energi biomassa (mikro dan makro algae), energi temperatur laut, dan energi kimia laut (salinitas). Beberapa negara yang telah melakukan uji coba dan komersialisasi pada skala 250 KW-1.000 KW di antaranya Perancis, Inggris, Irlandia, dan Korea Selatan. Indonesia saat ini juga telah melakukan pengkajian dan penelitian pada teknologi konversi arus laut sumbu vertikal pada skala 2 KW-10 KW.