Tingkatkan Modal, Perbankan Marak Terbitkan Rights Issue

Bank Permata Perkuat Modal Tier I.

Selasa, 23/10/2012

NERACA

Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha ditengah persaingan ketata industri perbankan, banyak perbankan memilih penerbitan saham baru (rights issue) disamping penerbitan obligasi. Salah satunya, PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang akan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) V untuk peningkatan modal.

Direktur Keuangan Bank Permata Giridhar S Varadachari mengatakan, dengan PUT nantinya perseroan dapat meningkatlkan modal dan memperkuat posisi modal inti (Tier-1 capital) untuk mendukung ekspansi usaha, “Melalui PUT V ini, Bank Permata akan mengeluarkan tambahan saham Kelas B sebanyak 1,64 miliar lembar seharga Rp1.215 per lembar saham baru,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (22/10).

Sebelumnya, right issue ini akan meminta persetujuan yang akan dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dimana setiap pemegang 11 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 4 Desember 2012 pukul 16.00 WIB mempunyai dua HMETD, setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru.

Bank Permata yang juga anak usaha Astra Internasional ini memiliki posisi permodalan yang kuat dengan Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebesar 13,2% per 30 Juni 2012, jauh di atas persyaratan minimum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI). Secara performa, melalui PUT V ini CAR Bank akan meningkat sekira 210 bps.

PUT V ini dapat dilakukan setelah diperolehnya persetujuan dari BI, surat efektif dari Bapepam-LK dan persetujuan pemegang saham atas PUT V pada RUPSLB yang rencananya akan diselenggarakan pada 22 November 2012. "PUT V ini diperkirakan dapat dituntaskan sebelum akhir Desember 2012," jelas dia.

Sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan semester I-2012, perseroan terus meningkatkan kinerja operasionalnya. Laba operasional (konsolidasi-tidak diaudit) meningkat 18 persen year on year (yoy) menjadi Rp890 miliar. Total pendapatan operasional meningkat 36 persen yoy menjadi Rp3,317 triliun didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga dan pendapatan berbasis komisi (fee based income).

Tahun ini, tidak hanya Bank Permata yang merencanakan rights issue. Akan tetapi ada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) lebih awal juga siap menerbitkan rights issue pada minggu ketiga Oktober 2012. Sebelumnya, pembahasan rights issue BTN dengan Komisi XI DPR sempat tertunda, namun setelah proses panjang akhirnya rampung tahun ini.

BTN akan melakukan rights issue hingga 14,29% saham dan target dana yang diperoleh sekitar Rp 2 triliun. Wakil Direktur BTN Evi Firmansyah pernah bilang, dana hasil rights issue akan digunakan perseroan untuk memperkuat modal dan ekspansi kredit. "Untuk equity, sehingga capital adequacy ratio (CAR) sebesar 19%-20%. Saat ini CAR kami sekitar 15%-16%," ujarnya.

Selain itu, manajemen BTN juga akan melakukan roadshow ke luar negeri untuk pelaksanaan right issue seperti ke Singapura, Hongkong, London dan Edinburg. (bani)