Butuh Dana Segar, PTPN X Rencanakan IPO Tahun 2014

Selasa, 23/10/2012

NERACA

Surabaya – Seruan agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa mencatatkan sahamnya di pasar modal, rupanya di respon langsung oleh PT Perkebunan Nusantara X (Persero). Pasalnya, perseroan berencana masuk ke pasar modal pada tahun 2014 atau paling lambat 2015.

Direktur Keuangan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X Dolly P Palungan mengatakan, rencana mencatatkan saham di pasar modal adalah upaya perseroan mencari dana segar yang digunakan untuk mendukung sejumlah program pengembangan usaha, “Semua sedang kami kaji, apakah mekanisme pencarian dana segar itu melalui IPO, penerbitan emisi obligasi, medium term notes (MTN), atau produk pasar modal lainnya,”katanya di Surabaya, kemarin.

Menurutnya, perseroan telah menyewa konsultan keuangan untuk mengkaji rencana tersebut. Selain mencari dana untuk ekspansi bisnis, lanjut Pulungan, rencana masuk pasar modal juga bertujuan meningkatkan tata kelola perseroan menjadi lebih baik, transparan, kredibel, dan akuntabel.

Sejumlah rencana pengembangan usaha yang menjadi agenda BUMN perkebunan dengan bisnis utama gula itu, antara lain optimalisasi kapasitas giling pabrik gula, pembangunan pabrik gula baru yang terintegrasi di Pulau Madura, dan perluasan areal lahan budi daya tanaman tebu.

Selain itu, perseroan juga berencana memperkuat bisnis nongula, seperti program "co-generation" dengan memproduksi listrik dari bahan baku ampas tebu, pabrik bioetanol, pupuk organik, hingga pembelian saham milik PT Mitra Tani 27 (produsen kedelai berkualitas ekspor). "Salah satu anak usaha perseroan yakni pabrik plastik PT Dasaplast, rencananya juga diperbesar. Hingga kini, kami masih menghitung target perolehan dana jika nantinya masuk pasar modal," tambahnya.

Dia menambahkan, kinerja keuangan PTPN X terus tumbuh dan tahun ini ditargetkan mampu membukukan laba lebih dari Rp250 miliar atau naik dibanding pencapaian laba sebelum pajak pada 2011 sekitar Rp210 miliar. Meningkatnya kinerja itu salah satunya berkat program efisiensi yang dilakukan, terutama dalam biaya konsumsi bahan bakar, dari sebelumnya mencapai Rp128 miliar pada 2008 menjadi hanya Rp8 miliar pada 2011 dan tahun ini diperkirakan konsumsi bahan bakar tinggal Rp4 miliar.

Sementara dari sisi produksi gula, PTPN X yang kini mengelola sebanyak 11 pabrik gula mencatat total produksi pada 2011 sebanyak 446.493,57 ton. Sedangkan produksi gula pada giling tahun ini ditargetkan bisa menembus angka 525.000 ton. Bahkan dari 11 pabrik gula itu, tiga di antaranya masuk jajaran lima besar pabrik gula penghasil rendemen tertinggi di atas 8,5 persen, yakni PG Ngadiredjo, Pesantren Baru (kedua di Kabupaten Kediri), dan PG Modjopanggoong Tulungagung.

Hingga kini total aset PTPN X mencapai lebih dari Rp2,7 triliun dengan ekuitas sebesar Rp1,4 triliun dan sampai target 2015, aset perusahaan diperkirakan meningkat menjadi Rp 4 triliun dan ekuitas mencapai Rp 2,4 triliun.

Asal tahu saja, sebelumnya PTPN VII juga siap mencatatkan saham perdananya melalui IPO pada semester kedua tahun 2012 dengan melepas saham ke public sebanyak 30%. Selain itu ada juga PTPN III yang membidik dana IPO sekitar Rp 3 triliun dengan melepas saham ke public sekitar 25%-30%.

Direktur Utama PTPN III Amri Siregar pernah bilang, pelaksanaan IPO dilakukan setelah pembentukan holding BUMN perkebunan yang direalisasikan pada tahun ini. "Sampai di mana wacana holding perkebunan, tanyakan ke kementerian," paparnya. (ant/bani)