Hapus Defisit, Eterindo Lancarkan Kuasi Reorganisasi

NERACA

Jakarta - PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) akan melakukan kuasi reorganisasi untuk menghapus defisit senilai Rp308,71 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/10).

Presiden Direktur PT Eterindo Wahanatama Tbk Immanuel Sutarto mengatakan, defisit yang dicatatkan perseroan berasal dari kerugian atas selisih kurs akibat dampak krisis ekonomi sejak semester kedua tahun 1997. “Saat itu terjadi depresiasi mata uang rupiah terhadap mata uang asing lainnya termasuk terhadap US$ juga telah menyebabkan terjadinya meningkatnya utang dalam valuta asing termasuk bunga terkait milik AG yang dihitung dalam satuan rupiah,”katanya.

Dengan kuasi ini, Perseroan akan menghapus defisit senilai Rp308,71 miliar. Kuasi membuat neraca keuangan Perseroan semakin sehat. Untuk melakukan kuasi reorganisasi ini, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 November 2012.

Selain itu, dengan kuasi reorganisasi perseroan memiliki keleluasaan untuk menjalankan usaha-usaha ke depan yang telah direncanakan, terutama prospek biodiesel yang lebih baik. Hal itu dikarenakan kebijakan menaikan campuran biodiesel dari 5%menjadi 7,5% mulai Februari 2012 dan dimulainya pemakaian biodiesel 2% untuk campuran solar di sektor industri atau non transportasi sesuai peraturan mandatory pemakaian BBN sejak Juli 2012, serta peningkatan kapasitas biodiesel AG dari 70 ribu MTPA menjadi 140 ribu MTPA.

Secara finansial, perseroan juga akan lebih mudah untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari pihak eksternal dalam rangka pengembangan usaha dan meningkatkan kinerja. "Dengan kinerja yang lebih baik kami berharap perseroan dapat memberikan nilai tambah kepada para pemangku kepentingannya," ujar Immanuel.

Prosedur akuntansi untuk kuasi ini, perseroan akan dilakukan dengan cara pertama penilaian kembali aset dan liabilitas sesuai nilai wajar. Kedua, eliminasi saldo defisit Perseroan dengan selisih hasil penilaian aset dan liabilitas Perseroan dan entitas anak. Ketiga, emilinasi saldo selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak. Keempat, eliminasi saldo defisit perseroan dengan tambahan modal disetor. Kelima, eliminasi dengan menurunkan nilai nominal saham perseroan. (bani)

BERITA TERKAIT

Indonesia Defisit 2.500 Tenaga Pialang - Bursa Berjangka Belum Optimal

NERACA Palembang – Mendorong Indonesia menjadi tuan di rumah sendiri dalam acuan harga komoditas dunia dan mensejahterakan para petani, merupakan…

Utang dan Defisit Anggaran yang Berkualitas

Oleh: Joko Tri Haryanto, Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu *) Seiring pengajuan Rancangan APBN Perubahan (APBN-P) 2017, pemerintah memperkirakan defisit APBN…

Usulan APBD-P 2017 Walikota - DPRD Depok Setujui Anggaran Defisit Rp500 Miliar Lebih

Usulan APBD-P 2017 Walikota DPRD Depok Setujui Anggaran Defisit Rp500 Miliar Lebih NERACA Depok - Usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

ADHI Baru Serap Obligasi Rp 966,73 Miliar

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) baru menggunakan dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 sebesar Rp966,73 miliar…

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

Tawarkan Hunian Terjangkau - APLN Rampungkan Tower Pertama PGV

NERACA Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui PT Graha Tunas Selaras merampungkan pembangunan tower pertama Podomoro Golf…