Meski Laba Turun, Omzet PLN Naik 10,2%

Kuartal III-2012

Selasa, 23/10/2012

NERACA

Jakarta - Meski pada semester I-2012, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat penurunan laba bersih yang signifikan menjadi Rp31 miliar, dari periode yang sama tahun lalu mencapai Rp10,3 triliun. Namun, PLN telah mencatat pertumbuhan pendapatan pada kuartal III tahun 2012 sebesar 10,2% dari pendapatan periode yang sama 2011 sebesar Rp85,28 triliun.

Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan konsumsi energi di segmen rumah tangga sebesar 11,7% dengan pertumbuhan pelanggan mencapai 8,3%. Selain itu, segmen bisnis mencatatkan kenaikan sekitar 7,7% dengan pertumbuhan pelanggan 6%, segmen industri membukukan kenaikan 8,8% dengan jumlah pelanggan meningkat 4,4%. Sementara itu, segmen lain-lain juga turut meningkat sebesar 12,4% dengan pertumbuhan pelanggan 13,3%.

"Khusus untuk pelanggan rumah tangga dengan kapasitas 1.300 Volt Ampere (VA) mengalami pertumbuhan 24%," ujar Direktur Utama PLN Nur Pamudji di gedung DPR, Senin (22/10). Pada periode Januari-September 2012, PLN mencatat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) turun 24,7% menjadi 6,4 juta kiloliter dibandingkan periode yang sama 2011 sebanyak 8,5 juta kiloliter.

Untuk konsumsi gas periode Januari-September 2012 mencapai 262,1 Billion British Thermal Unit (BBTU) atau naik 20,56% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebanyak 217,4 BBTU. Sementara, realisasinya sampai dengan September sudah mencapai 76% dari rencana 2012 sebesar 344,8 BBTU. Konsumsi batu bara periode Januari-September 2012 meningkat 24,64% menjadi 25,8 juta ton, dibandingkan periode tahun sebelumnya sebanyak 20,7 juta ton. Konsumsi 25,8 juta ton tersebut merupakan 67,7% dari rencana 2012 sebesar 38,1 juta ton.

Pamudji mengatakan, hingga triwulan ketiga 2012 baru 5% listrik nasional yang dibangkitkan dari geotermal (panas bumi). Padahal, potensi panas bumi Indonesia sebanding dengan 40% potensi panas bumi dunia. Untuk wilayah Jawa-Bali, 62% pembangkit berbahan bakar batu bara dan geotermal menyumbang 6% dari listrik nasional.

Sedangkan, untuk kebutuhan listrik nasional, pelanggan rumah tangga yang telah teraliri listrik baru 73%. Sehingga, masih ada sekira 12 juta rumah tangga di Indonesia belum teraliri listrik. "Untuk wilayah Cirebon, Kotamadya Cirebon sudah teraliri 100%, Kabupaten Cirebon dekat jalan raya 100% sudah terlistrik, namun yang di pelosok yang sulit dijangkau belum, salah satunya di wilayah Gunung Cermai," ujar Pamudji. Saat ini, PLN tengah menggalakkan pembangunan jaringan listrik pedesaan bertahap, untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya sudah 78% wilayah yang terjangkau aliran listrik.