Ban Radial

Untuk Alat Tranfortasi Truk dan Bus

Sabtu, 27/10/2012

NERACA

Michelin Global sebagai pelopor dalam industri ban radial di dunia terus berinovasi dalam pengembangan produk. Michelin Global telah memperkenalkan ban radial pertama di dunia sejak 60 tahun yang lalu.

Ban truk radial yang bernama Michelin X Radial tersebut dipatenkan pada 1952 dan merupakan sebuah revolusi dari industri transportasi. Di Eropa dan Amerika Serikat, hampir 90% truk dan bus telah beralih menggunakan ban radial.

PTMI secara aktif telah mempromosikan penggunaan ban radial untuk truk dan bus karena ban ini memiliki karakteristik safety, longevity dan fuel saving, dengan memperhatikan lingkungan.

“Jika kita lihat secara keseluruhan, maka penggunaan ban radial lebih menguntungkan, khususnya untuk alat transportasi bisnis seperti truk dan bus,” jelas Country Director PT Michelin Indonesia (PTMI), Jean-Pierre Kopp di Jakarta.

Sementara itu, kebutuhan akan truk dan kendaraan niaga ringan di Indonesia terus meningkat. Selama 2011, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), total penjualan truk ringan mencapai 99.271 unit. Hingga Agustus 2012, penjualan truk ringan telah mencapai 71.097 unit, tumbuh 10,9% dari periode yang sama pada tahun 2011. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan akan kendaraan truk ringan terus tumbuh, seiring dengan bertumbuhnya bisnis yang menggunakan kendaraan ini.

Melihat kondisi geografis yang besar di Indonesia dan didukung oleh perkembangan ekonomi dalam kota ukuran menengah dan besar, kebutuhan akan transportasi dapat dengan mudah menghubungkan bisnis dan mengirimkan barang di antarkota dengan tepat waktu sesuai dengan harapan konsumen.

"Peningkatan jumlah pengusaha lokal juga turut berkontribusi terhadap mobilitas barang dan jasa. Dengan kesempatan ini, kami ingin memperkenalkan ban Michelin Agilis, untuk mendukung kebutuhan ini. Produk ini cocok untuk truk ringan yang banyak digunakan dalam aktivitas bisnis UKM," kata Kopp.

Dengan melihat potensi pasar yang besar ini, PTMI memperkenalkan varian ban Agilis, yaitu Agilis HD dan Agilis LT. Kedua ban ini dirancang untuk truk ringan dengan spesifikasi dan penggunaan yang berbeda. Varian Agilis dimaksudkan untuk memenuhi permintaan yang tinggi akan ban yang berkualitas di segmen truk ringan yang sedang tumbuh di Indonesia.

KOPP menjelaskan bahwa Agilis LT sebenarnya sudah dipasarkan ke konsumen, di tahun lalu. Sementara Agilis HD diciptakan sebagai pelengkap dari Agilis LT. Kedua ban produksi Michelin ini memiliki segmen pasar yang berbeda.

Karakteristik yang mencolok dari Agilis HD adalah kekuatannya. Ban ini sangat cocok untuk kegiatan bisnis dalam jarak tempuh menengah dengan medan yang berat dan cocok untuk pelanggan yang mencari ban kuat dan kokoh sehingga dapat memaksimalkan operasinya dan memangkas biaya operasional. Misalnya, untuk truk ringan yang beroperasi di bisnis kargo, perkebunan, tangki air, transportasi buah, dll. Agilis HD sendiri tersedia untuk ukuran 7,50 R 16 dan R 16 8,25.

Sementara itu Agilis LT adalah ban untuk truk ringan yang melakukan banyak mobilitas di daerah perkotaan atau jarak pendek, dengan beban yang tidak terlalu berat dan ditujukan untuk pelanggan yang menginginkan ban dengan masa pakai yang panjang.

Misalnya, untuk pengangkutan barang-barang konsumsi di toko ritel, kegiatan usaha di usaha kecil menengah (UKM) atau di bisnis jasa pengiriman. Karakteristik utama dari produk ini adalah masa ketahanan pakainya. Michelin Agilis LT tersedia dalam ukuran 7,00 R 16, R 16 dan 7,50 8,25 R 16.

Dengan diperkenalkannya varian Agilis, Kopp berharap konsumen memiliki lebih banyak pilihan untuk truk ringan dan komersial yang mereka miliki agar menggunakan ban radial. Hal ini merupakan bentuk kepedulian Michelin untuk konsumen di Indonesia.