Masih Jadi Masalah Kesehatan Anak di Indonesia - Diare dan ISPA

NERACA

Hingga saat ini penyakit infeksi menular seperti diare, dan ISPA masih menjadi masalah kesehatan anak-anak secara global termasuk di Indonesia, bahkan sering menyebabkan kehilangan jiwa.

Maurits Lalisang dari Unilever mengatakan, jumlah anak di Indonesia usia 0-14 tahun mencapai sekitar 71,5 juta jiwa. Namun jiwa mereka terancam penyakit infeksi menular yang masih menjadi persoalan kesehatan di Indonesia. Penyakit infeksi menular seperti diare dan pneumonia masih menjadi 10 besar penyakit rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit, bahkan bisa menyebabkan kehilangan jiwa.

“Cuci tangan pakai sabun merupakan vaksin yang dapat dilakukan sendiri untuk mencegah berbagai kuman penyebab penyakit infeksi menular masuk ke dalam tubuh, untuk itu, kami menjadikan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) 2012 di Indonesia sebagai momentum untuk terus meningkatkan kebiasaan CTPS terutama di kalangan anak-anak,” tuturnya.

Pada perayaan HCTPS 2012 yang digelar di SDN Karet 05 Pagi Jakarta, Maurits Lalisang secara simbolis menyerahkan donasi fasilitas cuci tangan kepada sekolah. Secara keseluruhan, Lifebuoy memberikan donasi di 10 Provinsi intervensi Lifebuoy, agar kebiasaan CTPS semakin meningkat di sekolah-sekolah tersebut.

Lifebuoy juga menggerakkan 747.000 siswa dari 2.147 sekolah dasar di 10 provinsi dan TP PKK di 33 provinsi sebagai sarana sosialisasi dan edukasi, serta mengajak semua pihak untuk kembali berkomitmen menumbuhkan kebiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama di lima saat penting, yaitu mandi pakai sabun, CTPS sebelum makan pagi, sebelum makan siang, sebelum makan malam, dan setelah dari toilet.

Bentuk kepedulian Lifebuoy ini dikarenakan melihat bahwa hingga saat ini penyakit infeksi menular seperti diare, dan ISPA masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dunia dan telah merenggut jutaan jiwa anak setiap tahunnya.

Sedangkan, laporan tahunan UNICEF 2012 menunjukkan bahwa pneumonia dan diare masih menjadi dua penyakit utama penyebab kematian anak di dunia.

Berdasarkan studi penelitian oleh Curtis V. Cairncross, mencuci tangan pakai sabun dapat menurunkan risiko diare hingga 47%. Studi baru menunjukkan edukasi dan sosialisasi CTPS di sekolah dapat memainkan peran penting dalam mengurangi ketidakadiran anak-anak di sekolah. Di China, Kolombia, dan Mesir, tingkat ketidakhadiran siswa karena diare dan ISPA turun antara 20%-50% sebagai akibat praktik CTPS.

BERITA TERKAIT

Investor Asing Masih Percaya Indonesia - Laris Manis Komodo Bond

NERACA Jakarta- Ludesnya penawaran PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) Komodo Bond di Londo Stock Exchange, menunjukkan kepercayaan pelaku pasar…

Investasi Sulsel Masih Terpusat di Makassar

NERACA Makassar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) mengungkapkan, investasi saham untuk wilayah Sulawesi…

Aksi Nyata Indonesia Mendukung Palestina

  Oleh: Agung Widjayanto, Mahasiswa Jurusan Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanuddin Konflik Israel – Palestina atau bagian dari konflik Arab -…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Calon Ibu Tak Boleh Kurus, Ini Alasannya

Bagi kaum hawa yang telah menikah dan berkeinginan memiliki keturunan, sebaiknya perhatikan berat badannya. Ahli kesehatan mengingatkan para calon ibu…

Kemenkes Lakukan Imunisasi Difteri Serentak di DKI Jakarta

Kementerian Kesehatan akan melakukan imunisasi difteri serentak di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten."Tahap pertama di tiga provinsi karena prioritas…

Cara Praktis Hilangkan Lemak di Perut

Bagi sebagian orang, lemak pada bagian perut sangat sulit untuk dihilangkan. Banyak juga yang menyepelekannya, padahal lemak di bagian perut…