Penguatan Indeks Diduga Rekayasa Jelang Akhir Tahun

BELUM CERMINKAN ASPEK FUNDAMENTAL BAGUS

Senin, 22/10/2012

Jakarta – Dalam sepekan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melejit cukup signifikan. Tercatat IHSG Kamis (18/10) menyentuh level 4.353 atau nyaris menembus target IHSG akhir tahun sebesar 4.500. Meski berikutnya pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup terkoreksi 25,712 poin (0,59%) ke level 4.331, ini menunjukkan penguatan IHSG tidak serta merta mencerminkan fundamental kinerja industri pasar modal yang sebenarnya.

NERACA

Menurut analis E-Trading Securities Adrew Argado, penguatan IHSG dalam sepekan adalah upaya rekayasa yang dilakukan oleh pelaku pasar untuk mendorong pergerakan IHSG dan hal itu bisa terjadi. Pasalnya, di kuartal akhir di mana emiten berlomba-lomba meningkatkan pendapatannya dengan merekayasa laporan keuangannya. “Karena itu, investor tetap harus berhati-hati meski pergerakan indeks saat ini cukup bagus, terlebih untuk saham-saham yang bergerak sangat kencang,”katanya kepada Neraca di Jakarta, Minggu (21/10).

Karena itu, menurut dia, bagaimanapun sisi fundamental perusahaan tetap harus diperhatikan, jika kinerjanya hanya menunjukkan pertumbuhan 20% misalnya, tidak mungkin sahamnya bisa mencapai 40%. Hal senada juga disampaikan pengamat pasar modal Agus S. Irfani, kenaikan IHSG dalam sepekan sangat mungkin terjadi karena rekayasa internal BEI, “Rekayasa internal dari BEI mungkin atau boleh saja terjadi, namun kita sensitif terhadap pengaruh global atau regional,”ungkapnya.

Menurut Agus, sentimen global bisa membuat realisasi perdagangan di pasar modal kita menurun. Menurutnya, rekayasa internal juga akan sulit dilakukan karena ini tergantung demand dan supply dari pasar. Sekuat apapun usaha bursa, kata dia, tetap tidak akan mampu merekayasa angka IHSG atau perdagangan di pasar modal. "Itu tidak bisa. Kecuali dia bisa memberi stimulus yang baik. Misalnya IPO Semen Baturaja harus dipercepat, maka perdagangan di pasar akan meningkat. Jadi harus ada corporate action yang jelas," katanya.

Meski demikian, baik Andrew dan Agus keduanya menyakini kinerja IHGS akhir tahun bisa mencapai 4.500 kendatipun terpengaruh global. Alasannya, penguatan IHSG ke level lebih tinggi didorong oleh beberapa sektor, terutama dari sektor perbankan dan infrastruktur.

Kedua sektor ini, menurut Andrew memiliki fundamental yang cukup kuat. Sebagian besar perbankan di Indonesia, menurut dia masih menunjukkan kinerja yang cukup bagus meskipun pertumbuhannya sedikit melambat sedikit. Sementara penguatan di sektor infrastruktur di dorong oleh gebrakan pemerintah untuk meningkatkan dan menambah infrastruktur.

Anderw juga menjelaskan, hal yang dikhawatirkan dari terjadinya penguatan tersebut adalah disebabkan euforia di akhir tahun karena IHSG bisa mencapai level tinggi., “IHSG selama ini ditopang oleh kinerja saham-saham, tapi dengan munculnya euforia, penguatan tersebut ditakutkan hanya bersifat anomali.” ujarnya.

Walau demikian, lanjut Andrew, terjadinya penguatan tersebut masih menunggu laporan keuangan yang diterbitkan perseroan pada kuartal ini. Apabila kinerjanya menunjukkan pertumbuhan yang baik, atau berada di kisaran 15-20% masih akan ada penguatan ke level lebih yang lebih tinggi atau sekitar 4.500.

Asal tahu saja, IHSG yang sempat terkoreksi disebabkan oleh beberapa sektor seperti CPO, Batubara, maupun aksi korporasi BUMI, menurut dia, menjadi hal yang harus diwaspadai oleh investor. Mengingat beberapa kemungkinan yang masih akan terjadi sampai dengan akhir tahun 2012. “Kami selalu mewanti-wanti investor karena masih banyak kemungkinan yang terjadi, jangan hanya sebatas melihat kondisi pasar dan pergerakan indeks.” paparnya.

Sentimen Pasar

Sementara analis Trust Securities Reza Priyambada mengungkapkan, IHSG yang menanjak beberapa poin lebih disebabkan mekanisme pasar dan respon pasar yang cukup bagus sehingga IHSG bisa mencapai 4300, walaupun BEI tidak melakukan apa-apa.

Lebih jauh lagi Reza memaparkan, IHSG menguat mengikuti pergerakan bursa saham global yang dipicu dari respon positif pelaku pasar terhadap data penjualan ritel AS yang di atas estimasi, “Faktor teknikal menjadi salah satu pendorong harga saham domestik bergerak naik mendekati area "overbought",”paparnya.

Dia menuturkan, meski indeks BEI hampir mendekati posisi jenuh beli namun, masih adanya data-data yang positif maka akan membantu IHSG BEI untuk tetap bertahan di area positif meski dibayangi aksi ambil untung (profit taking), “Aksi profit taking membayangi investor di dalam negeri. IHSG juga masih dimungkinkan bergerak variatif mencoba menguat di kisaran level support 4.298-4.317 dan resistance 4.335-4.342 poin," pungkas Reza.

Sebaliknya analis Recapital Asset Manejemen Aji Martono mengatakan, penguatan IHSG yang cukup signifikan dinilai masih realitis wajar karna ditunjang pada kondisi pasar Eropa yang fluktuatif. Hal itu, berdampak positif bagi perdagangan Indonesia karna perusahaan-perusahaan di Indonesia terus tumbuh dan masih tertarik untuk bermain saham.

Dia menegaskan, kenaikan IHSG tersebut tidak terpengaruh dengan adanya kisruh pada saham grup Bakrie. “Perusahaan-perusahaan di Indonesia masih kuat karena Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pendukungnya disektor pembangunan masih terus berlanjut. Selain itu, di banking income penyaluran dana kredit di sektor riil melonjak, suku bunga juga berkesinambungan dan berjalan baik, yang berdampak positif di sektor properti karena sangat potensial,”paparnya.

Ditambahkan Aji Martono, dalam hal kenaikan IHSG tidak adanya rekayasa, karena pasar modal Indonesia masih bisa melantai didukung pasar-pasar BUMN seperti Garuda Indonesia, Pertamina, Hutama Karya yang saham-sahamnya terus menguat.

Oleh karena itu, Indonesia juga menjadi incaran para investor untuk menanamkan modal-modal mereka dengan fluktasi antara lima hingga sepuluh tahun kedepan. Kenaikan IHSG, lanjut Aji Martono, diprediksi pada penutupan akhir tahun akan mencapai target di level 4.500.

Dia menjelaskan target 4.500 tersebut sudah diprediksi pada asosiasi analis tahun 2012 dan bisa melaju secara moderat. Proyeksi pertumbuhan pada tahun 2013 mendatang pun tengah dipersiapkan agar IHSG terus meningkat dengan adanya kelayakan lantai bursa yang terus tumbuh.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Danareksa Invesment Management, Zulfa Hendri pernah bilang, keyakinan terjadinya pemulihan ekonomi di sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat bakal memicu pemulihan IHSG di level tertinggi, “Mengamati perkembangan situasi terkini terkait program pemulihan ekonomi di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, serta implikasinya terhadap pasar saham di berbagai negara, kami optimis target IHSG bisa menembus angka 4.400 poin,"jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin, kinerja bursa saham Indonesia hingga akhir 2012 dinilai masih bagus dan masih memiliki potensi peningkatan karena ditopang fundamental ekonomi domestik yang cenderung baik, “Dengan konsumsi yang masih tinggi maka produksi emiten akan meningkat terutama sektor konsumer. Meningkatnya konsumsi masyarakat itu didorong dari pendapatan masyarakat yang juga meningkat,”katanya.

Dia menjelaskan, konsumsi dalam negeri yang masih tinggi menjadi salah satu faktor pendukung bursa saham Indonesia mengalami pertumbuhan. Maka dengan mempertimbangkan dari beberapa aspek, kata Abidin indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga akhir 2012 diperkirakan dapat mencapai level 4.400 poin. lia/ria/iwan/bani