Prioritaskan Infrastruktur KA!

Senin, 22/10/2012

Pada kenyataannya kita melihat banyak kerusakan jalan di negeri ini yang merupakan salah satu persoalan utama transportasi lokal. Perbaikan umumnya dilaksanakan secara sporadis menjelang adanya beban arus kendaraan mudik Lebaran.

Keadaan yang seperti siklus itu sebenarnya merupakan gambaran betapa berat beban jalan-jalan raya kita. Bukankah selama ini angkutan penumpang dan angkutan barang sangat mengandalkan lalu lintas jalan raya? Apalagi tronton, trailer sebagai kendaraan berat yang setiap hari melintas di jalan raya dipastikan akan mempengaruhi daya tahan jalan.

Dominasi itu menunjukkan, sejak masa lalu pemerintah kurang memberi perhatian pada sektor kereta api. Ada kesan di waktu lalu dunia perkeretaapian Indonesia terpinggirkan dalam waktu lama terlihat dari matinya jalur-jalur "sepur" di banyak tempat.

Berapa panjang rel kereta api yang dibiarkan, hilang, atau tertimbun tanah? Tak sedikit pula stasiun-stasiun yang telah beralih fungsi. Realitasnya, jaringan lalu lintas kereta api memang menyempit, karena pelayanan terkonsentrasi hanya di jalur-jalur "gemuk" selama ini.

Dengan konstelasi seperti itu, tak mengherankan bila jalan raya yang penuh sesak akhir-nya menanggung beban amat berat. Lalu lintas penumpang dan barang dalam intensitas yang luar biasa membuat jalan raya mudah rusak.

Karena itu, upaya meningkatkan peran kereta api dalam dinamika transportasi Indonesia mutlak dilakukan untuk memperbaiki keadaan, menyeimbangkan beban antara jalan raya dan jalur kereta. Adalah proyek rel ganda di jalur pantai utara Jawa punya posisi strategis. Jalan raya di jalur itu sangat sibuk. Persebaran penduduk dan industri memang cenderung ke wilayah tersebut. Belum lagi bila faktor perputaran uang dimasukkan dalam perhitungan ekonomi.

Di jalur itu antara Jakarta dan Surabaya yang tingkat perputaran uangnya menempati posisi teratas di negeri ini, tentu kita harus mendukung kekuatan sektor perdagangan maupun industri di daerah itu dan sekitarnya. Urbanisasi akhirnya mengalir memusat ke dua daerah tersebut, karena memang daya tarik ekonomi memancing orang-orang untuk datang.

Barang yang dihasilkan dan diperdagangkan, serta orang-orang yang terlibat di dalamnya perlu mendapat perhatian lebih dari pengelola perkeretaapian.Pembangunan rel ganda merupakan salah satu jawaban. Dengan rel ganda di jalur pantura, intensitas angkutan orang dan barang menggunakan jasa kereta api dipastikan bakal meningkat.

Peran kereta api dari sisi ini, diharapkan mulai nyata dirasakan pada 2014 saat jalur yang menghubungkan Jakarta dan Surabaya lewat pantura seluruhnya sudah double double track. Dari panjang 727 kilometer, saat ini telah beroperasi sekitar sepertiganya. Pembangunan diharapkan bisa sesuai jadwal dan tidak menimbulkan gejolak sosial.

Sejauh ini pembangunan rel ganda berjalan relatif lancar, bahkan lebih cepat dari target. Penyelesaian akhir September 2012 yang diharapkan mencapai 30,86%, ternyata bisa terealisasi 37,19%. Suatu Keberhasilan dalam sisi perencanaan harus diimbangi dengan proyeksi-proyeksi matang seputar pemanfaatannya secara keseluruhan hingga akhir 2013. Semoga!