Belum Beri Jawaban, BEI Belum Buka Suspensi Saham GTBO

NERACA

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan belum akan membuka suspend (penghentian sementara) perdagangan saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) yang telah dilakukan sejak sesi pertama perdagangan efek pada Senin, 15 Oktober 2012 di seluruh pasar.

Direktur Perdagangan BEI, Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, suspensi dilakukan lantaran pihak manajemen PT Garda Tujuh Buana Tbk belum memberikan penjelasan terkait kesesuaian transaksi penjualan batu bara perseroan terhadap perundang-undangan dan peraturan berlaku. “Kita sudah mengajukan konfirmasi, tetapi mereka masih menunggu dirjen Minerba dan tunggu jawaban Minerba. Jadi, belum akan dibuka suspensi sahamnya,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Uriep menambahkan, suspensi tersebut merujuk pada permintaan bursa Nomor:S-06839/BEI.PPR/10-2012 pada 9 Oktober 2012 kepada PT Garda Tujuh Buana Tbk untuk melakukan konfirmasi kepada Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, dan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya yang berwenang dalam perijinan bidang pertambangan. Karena itu, pihaknya meminta agar investor selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Garda Tujuh Buana Tbk.

Sebelumnya BEI juga pernah melakukan suspensi terhadap saham GTBO pada 20 April 2012 lalu. Suspensi dilakukan dalam rangka cooling down, menyusul peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham GTBO sebesar Rp1.040 atau 115,56% dari harga penutupan Rp900 pada 27 Maret 2012 menjadi Rp1.940 pada 19 April 2012.

Target Penjualan

Meskipun kinerjanya masuk dalam pengawasan Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten batu bara ini tetap optimistis targetkan penjualan hingga 3 juta ton batu bara pada semester dua 2012 akan tercapai melalui mekanisme transaksi baru perseroan.

Komisaris PT Garda Tujuh Buana Tbk Pardeep Dhir pernah mengatakan, capaian target semester kedua tahun ini bisa tercapai dengan penjualan tambang batu bara mencapai 2,7 juta sampai 3 juta ton, ”Penjualan semester satu atau per Juni 2012, GTBO berhasil meraih total penjualan 4,2 juta ton batu bara. Sebesar 3 juta ton penjualan didapat dari mekanisme pembelian langsung batu bara oleh para pembeli,”katanya.

Menurutnya, melalui mekanisme pertama kali bagi buyer (pembeli) bisa melakukan transaksi pembayaran secara langsung untuk pembelian penambangan tahun berikutnya, sehingga penjualan bertambah.

Menurut Pardeep Dhir, penjualan tambang batu bara perusahaannya masih tetap mempertahankan 85% ekspor ke luar negeri. Sedangkan untuk penjualan lokal tidak lebih dari 5%, selebihnya ekspor seperti Cina dan India. (lia)

BERITA TERKAIT

Tawarkan Bunga 12% - Sky Energy Indonesia Rilis MTN Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendukung ekspansi bisnisnya, PT SKY Energy Indonesia Tbk (JSKY) tengah mencari pendanaan sebesar Rp300…

Catatkan Kinerja Keuangan Anjlok - Bisnis Batubara IMTG Cetak Raport Merah

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan raport merah untuk kinerja keuangan. Pasalnya,…

Buntut Harga Saham Jatuh - Totalindo Kaji Kembali Rencana Rights Issue

NERACA Jakarta –Nyungsepnya harga saham PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) hingga di posisi level terendah Rp 50 per lembar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kadin: Industri Tidak Bisa Langsung Tumbuh Meski Harga Gas Turun

NERACA Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menilai bahwa penurunan harga gas industri yang rencananya akan mulai berlaku…

Beli Rumah di Usia Muda Bukan Lagi Mustahil

Empat tahun sejak di lantik menjadi perwira polisi, Nuril Fajar (25) memberanikan diri mengambil rumah di usia muda. Hal ini…

PP Properti Rilis Obligasi Rp 401,3 Miliar

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, emiten properti PT PP Properti Tbk (PPRO) akan menerbitkan dua seri obligasi senilai dari…