Penguatan Infrastruktur, Momentum Tepat Koleksi Saham BUMN

Saham BUMN Pantas Jadi Primadona

Senin, 22/10/2012

NERACA

Jakarta - Landasan fundamental perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai cukup kuat karena ditopang oleh penguatan infrastruktur diproyeksikan akan membawa saham-saham BUMN menjadi primadona di tahun 2012. Tidak heran jika investor disarankan untuk mengoleksi saham-saham tersebut untuk jangka panjang.

Pengamat pasar modal, Sem Susilo mengatakan, saham BUMN layak dikoleksi, selain menguasai lebih dari 30% kapitalisasi pasar IHSG, tahun inipun pemerintah sedang bergairah untuk meningkatkan dan menambah infrastruktur Indonesia. “BUMN menguasai 30% kapitalisasi pasar IHSG. Apalagi banyak gebrakan yang dilakukan Meneg BUMN dalam memperbaiki kinerja, dan membangun infrastruktur.”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menuturkan, emiten-emiten unggulan BUMN juga dapat mendukung pembangunan Indonesia dalam jangka waktu panjang, selain harganya yang juga terbilang masih low meskipun dengan indeks terbatas. Saham-saham BUMN yang patut dipertimbangkan, menurut dia, antara lain Jasa Marga (JSMR), Semen Gresik (SMGR), atau Kimia Farma (KAEF).

Kinerja BUMN

Pertimbangan untuk mengoleksi saham-saham tersebut bukan tanpa alasan. Lihat saja, kinerja SMGR yang mencatatkan peningkatan laba bersih rata-rata tiap tahun yang mengalami peningkatan 33,8%. Laba bersih tersebut meningkat 666% dari Rp 509 miliar pada tahun 2004 menjadi Rp 3,9 triliun pada tahun 2011. Rasio laba terhadap modal (return on equity/ROE) pada tahun lalu juga tetap terjaga di atas 27% dengan rasio hutang terhadap modal (dept to equity ratio/DER) yang rendah.

Kinerja keuangan SMGR yang positif juga ditunjukkan dengan semakin baiknya kinerja saham perseroan di lantai bursa. Pada awal Oktober 2012, harga saham perseroan sebesar Rp14.800 atau meningkat 700 persen dari Rp 1.850 pada 2005. Kenaikan 700 persen tersebut lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya 327%.

Dirut Semen Gresik, Dwi Soetjipto pernah mengatakan, saham SMGR pada tahun 2011 mengalami peningkatan 21,6% atau 7 kali peningkatan rata-rata bursa saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengalami peningkatan sebesar 3,2%. Kenaikan harga saham Semen Gresik tersebut membuat kapitalisasi pasar perseroan meningkat signifikan dari 2005 sebesar Rp 10,9 triliun menjadi Rp 88 triliun pada awal Oktober 2012.

Demikian pula dengan kinerja keuangan yang ditunjukkan oleh JSMR. Perseroan ini dinilai memiliki pertumbuhan kinerja yang kuat karena mengoperasikan banyak ruas tol. Kenaikan tarif dilakukan tiap dua tahun sekali dan cash flow-nya yang baik.

Sepanjang tahun 2012, JSMR tercatat telah berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15,43% atau menjadi Rp3,27 triliun pada semester pertama 2012 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp2,84 triliun. Pencapaian pendapatan tersebut diikuti dengan bertumbuhnya laba bersih yang mengalami peningkatan sebesar 25,53% pada semester pertama 2012 atau menjadi Rp 891,4 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Porsi BUMN

Direktur Utama BEI, Ito Warsito pernah mengatakan, selama ini emiten-emiten BUMN yang masuk di Bursa Efek Indonesia selalu disambut positif para pelaku pasar. Akan tetapi sayangnya, sejauh ini masih sangat sedikit BUMN yang mencatatkan sahamnya di pasar modal disebabkan masih terganjal di Dewan Perwakilan Daerah (DPR).

Selama 21 tahun ini, menurut Ito baru ada sekitar 18 BUMN dari 140 BUMN yang telah mencatatkan sahamnya di bursa. Padahal, pencatatan saham di bursa akan membawa dampak positif bagi pasar modal dan perusahaan yang bersangkutan seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Telkom (Persero) Tbk, dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. yang mencatatkan kinerja yang baik. (lia)