Obligasi PLN Oversubscribed 11,5 Kali Lipat - Diminati Investor Asing

NERACA

Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mencatat, penawaran transaksi obligasi internasional disambut baik oleh para investor global. Buktinya, pemesanan obligasi yang diterbitkan perseroan mengalami peningkatan dari nilai obligasi yang ditawarkan senilai US$ 1 miliar, “Pemesanan obligasi yang diterbitkan perseroan mencapai US$ 11,5 miliar atau 11,5 kali dari nilai obligasi yang ditawarkan,”kata Direktur Utama PT PLN Nur Pamudji di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurut Nur, pemesanan dengan total nilai sekitar US$ 11,5 miliar, yaitu dengan tingkat bunga tetap berjangka panjang dan berasal lebih dari 380 investor. Perolehan dananya, kata Nur, akan dimanfaatkan PLN untuk belanja modal dan tujuan-tujuan umum perusahaan.

Nur mengemukakan, dari penawaran obligasi tersebut sebesar 45% dialokasikan kepada investor di Asia, 31% investor Amerika Serikat dan 24% adalah investor Eropa. Sementara dari jenis investor, pihaknya mengalokasikan 73% untuk manajer investasi, 7% perusahaan asuransi, 8% untuk bank, 9% untuk bank-bank swasta, 3% untuk pengelola kekayaan negara, dan institusi publik.

Dia menambahkan, PLN mendapat pendanaan US$ 1 miliar yang berasal dari hasil penjualan obligasi berjangka 30 tahun tanpa jaminan. Penawaran obligasi itu dilakukan dengan strategi eksekusi dalam serangkaian pertemuan fixed income investor global di Asia, Eropa, dan AS.

Adapun yang bertindak sebagai Joint Bookrunners dan Joint Lead Manager, yaitu Barclays dan Citigroup. Sementara itu yang bertindak sebagai Co Manager yaitu PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Rating Obligasi

Pemeringkat Fitch Ratings memberi peringkat final pada obligasi PT Perusahaan Listrik Negara sejumlah 1 miliar dollar AS yang akan jatuh tempo pada tahun 2042 pada peringkat BBB-. Fitch Ratings menyebutkan, pemberian peringkat final tersebut sesuai dengan peringkat ekspektasi yang diterbitkan pada 16 Oktober 2012.

Fitch Ratings menyebutkan, selain sesuai dengan ekspektasi sebelumnya, peringkat ini diberikan setelah dilakukan pengkajian terhadap dokumen final yang secara garis besar sesuai dengan dokumentasi awal yang telah dikaji sebelumnya. Disebutkan penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari program penerbitan surat utang global (global medium term notes) dengan total sejumlah US$ 2 miliar.

Meskipun demikian, beberapa faktor dapat mengubah peringkat ini di masa mendatang. Peringkat akan bergerak ke arah positif jika terjadi perkembangan yang secara individu maupun kolektif dapat memicu kenaikan peringkat.

Hal tersebut antara lain peningkatan peringkat sovereign Indonesia jika tidak terjadi pelemahan ikatan dengan pemerintah dari sisi legal, operasional, dan strategis. Sebaliknya, jika yang muncul faktor negatif, yaitu penurunan peringkat sovereign Indonesia atau berkurangnya ketergantungan pemerintah terhadap PLN, hal itu dapat menyebabkan terjadinya penurunan peringkat. Namun menurut Fitch penurunan peringkat tidak akan terjadi dalam jangka waktu menengah. (lia)

BERITA TERKAIT

Mayora Indah Raup Cuan Rp 1,98 Triliun

NERACA Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan industri makanan dan minuman di tahun 2019 kemarin, dirasakan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).…

Geliat Bisnis Pelabuhan - Times Line Cetak Laba Bersih Rp 92,99 Miliar

NERACA Jakarta – Emiten pelayaran, PT Perusahaan Pelayaran Tempuran Emas Tbk (TMAS) atau Temas Line mencatatkan kinerja yang positif sepanjang…

Danai Pengembangan Bisnis - ROTI Suntik Modal Anak Usaha di Filipina

NERACA Jakarta – Dukung pengembangan bisnis anak usahanya, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) menambahkan modal dasar ditempatkan dan disetor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Indika Energy Buyback Saham US$ 20 Juta

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan harga saham, PT Indika Energy Tbk (INDY) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham dan…

Imbas Pemberlakukan PSBB - Lancartama Sejati Tutup Operasinal Bisnis

NERACA Jakarta – Diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta memberikan dampak terhadap bisnis PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA).…

Raup Dana IPO Rp 215 Miliar - KBAG Beli Lahan di Balikpapan 14 Hektar

NERACA Jakarta – Geliat pasar penawaran perdana saham atau initiap public offering (IPO) di pasar modal masih terus tumbuh di…