Kemenperin Akan Bantu Pengajuan Tipe Mobil Esemka

Pasca Lulus Uji Tipe Kendaraan

Senin, 22/10/2012

NERACA

Jakarta - Pasca mobil Esemka mendapatkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe Kendaraan Bermotor Nomor SK 3896/AJ.402/DRJD/2012 dari Dinas Perhubungan pada 18 Oktober lalu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan membantu proses pengajuan tipe kendaraan.

Menteri Perindustrian M.S Hidayat mengungkapkan secepatnya akan dilakukan pengecekan terhadap proses pengajuan tipe kendaraan Esemka. “Pemerintah juga berharap ada investor yang berminat untuk memproduksi massal produk tersebut,” ungkap Hidayat di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung rencana pengembangan industri otomotif nasional dan pemerintah diharapkan memberikan kemudahan dan berbagai insentif kepada para investor lokal yang berminat memproduksi mobnas.

“DPR akan memberikan dukungan maksimal secara politik untuk memberi tekanan besar kepada pemerintah dalam menciptakan mobnas berkelas dunia,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP Aria Bima.

Kebijakan pemerintah yang tidak tegas dan terkesan berpihak kepada prinsipal otomotif asing, menurut Aria, hanya menjadi kendala besar bagi industri otomotif lokal untuk berkembang maksimal secara teknis, riset, desain, dan teknologi serta bersaing di pasar domestik. Sedangkan hambatan baik perizinan, uji laik jalan, emisi, diskriminasi pengembangan kapasitas mesin, diskriminasi pembiayaan, hingga diskriminasi insentif untuk mobnas harus segera diselesaikan. “DPR akan menagih supaya mobnas bisa terwujud. Komisi VI juga berencana memanggil bank BUMN yang ketahuan mempersulit pinjaman kepada pengusaha otomotif lokal,” paparnya.

Dengan potensi pasar Indonesia yang sangat besar, pengembangan mobnas sangat dibutuhkan untuk mendorong kemandirian industri otomotif lokal menjadi prinsipal. Hal ini sekaligus mengurangi dominasi para prinsipal asing yang telah lama beroperasi di Indonesia.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan sertifikat uji tipe kendaraan bermotor untuk dua tipe mobil Esemka yaitu Rajawali (jenis penumpang) dan Bima (niaga). Dengan demikian, Esemka siap diproduksi massal. "Dengan terbitnya sertifikat tersebut, maka kedua tipe mobil Esemka telah dinyatakan lulus Uji Tipe Kendaraan Bermotor oleh Kemenhub," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang Ervan, dalam keterangan tertulis yang diterima Neraca.

Dia mengatakan, pengujian yang dilakukan antara lain uji kelaikan jalan dan emisi gas buang di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) dan di Balai Pengujian Laik Jalan Surat Kendaraan Bermotor (BPLJSKB). "Keduanya dinyatakan lulus uji," kata dia.

Sebagaimana diberitakan, PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK) kini serius mempersiapkan pembangunan pabrik mobil karya anak bangsa Indonesia, setelah purwa rupa Mobil Esemka Rajawali dinyatakan lulus uji emisi oleh Balai Thermodinamika Motor dan Propilsi (BTMP). "Saya sudah menghabiskan waktu hingga lima bulan melakukan survei ke sejumlah tempat untuk membangun pabrik mobil tersebut," kata Direktur PT SMK, Sulistyo Rabono beberapa waktu lalu.

Dia juga mengatakan, perusahaan sudah mempersiapkan lahan untuk micro factory di belakang Solo Technopark (STP), sementara pabrik utama berlokasi di kawasan eks karesidenan. Dengan pembangunan micro factory, ujar dia, maka PT SMK diharapkan akan mampu memproduksi satu tipe mobil dengan jumlah produksi hingga 200 unit per bulan.