free hit counter

Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan Belum Maksimal

Jumat, 19/10/2012

NERACA

Jakarta - Dewan Otoritas Jasa Keuangan mengatakan, bagi nasabah atau konsumen yang mengadu keluhannya terhadap industri jasa keuangan, untuk sementara ini belum dapat ditangani pihak otoritas.

Menurut Ketua Edukasi dan Perlindungan Konsumen DK OJK, Kusumaningtuti Soetiono, pihaknya akan melimpahkan ke badan atau lembaga terkait, tergantung dari masing-masing pengaduan. “Kalau masalah di pasar modal, ya, kami limpahkan ke Bapepam-LK. Begitu pula dengan kasus kartu kredit atau KPR, kami limpahkan ke Bank Indonesia,” jelas Kusumaningtuti kepada Neraca di Jakarta, Kamis (18/10).

Dia beralasan karena dua lembaga tersebut belum masuk menjadi OJK. “Ya benar. Bapepam-LK efektif gabung ke OJK awal tahun 2013. Nah nantinya, kalau ada aduan konsumen tentang pasar modal, barulah kami tangani. Kalau BI kan tahun 2014. Untuk saat ini, kami masih fokus menyiapkan sumberdaya manusia (SDM),” ungkapnya.

Kusumaningtuti mengaku, selama tiga bulan sejak berdiri pada 20 Juli lalu, OJK baru menerima keluhan konsumen di bawah 50 kasus. Dia mengatakan, keluhan tersebut berbagai macam. Mulai dari kasus KPR, kartu kredit, menabung namun uang nasabah berkurang di ATM, dan lain sebagainya.Next