Metrodata Raup Untung Dari Tren Pasar Smart Mobility - PT Metrodata Electornics Tbk

NERACA

Jakarta - Perkembangan teknologi informasi yang melaju sangat pesat yang menuntut banyak perusahaan untuk bergerak lebih cepat dan up to date dinilai menjadi pendorong pertumbuhan sektor teknologi informasi dewasa ini. Peluang inilah yang dibaca emiten distributor seluler dan IT PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) untuk terus meningkatkan kinerja dan penjualan perseroan.

Presiden Direktur PT Metrodata Electronics, Tbk, Susanto Djaja mengatakan, dengan meningkatnya penjualan smartphone dan tablet membuktikan bahwa semakin banyak pengguna, pelanggan, dan konsumen mobile yang akan memanfaatkan mobile application. Bahkan pihaknya memproyeksikan perolehan laba akhir tahun 2012 bisa melampaui angka 100% dari yang ditargetkan yaitu sebesar Rp56,5 miliar. “Saat ini sudah mencapai 80%, pada akhir tahun target diprediksikan bisa mencapai 110%.”katanya di Jakarta, Kamis (18/10).

Mobile application, lanjut dia akan semakin menjadi hal yang kritikal. Dengan menggunakan mobile application menurut dia, seseorang bisa mengakses dan memproses data bisnis secara efisien dan tepat waktu. “Mereka bisa melakukan approval di mana pun, kapan pun, dan dengan device apa pun. Tidak perlu lagi ke kantor.” ujarnya.

Sejalan dengan perkembangan bisnis pelanggan perseroan, khususnya di industri telekomunikasi, perbankan, dan pembiayaan finansial dan ritel yang mengikuti tren mobilitas, menurut Susanto, akan banyak perusahaan melakukan investasi pada mobile application. Pihaknya optimistis, core application yang mereka miliki akan dapat ditingkatkan dengan fitur-fitur baru atau membeli software yang bersifat mobile.

Sekarang ini metrodata memiliki produk unggulan terkait aplikasi smart mobility yaitu SAP (SuccessFactors), Microsoft (Office 365), Salesforce.com, Oracle termasuk penyedia fasilitas infrastruktur yang semuanya dudah siap, yaitu sisco, citrix, HP, IBM, NetApp, Oracle, Vmware, Symantec termasuk aplikasi yang bersifat appliances. Di samping itu, kata dia, pihaknya akan mengembangkan bisnis dengan menambah mitra kerja sama dengan beberapa perusahaan lainnya yang memiliki core business mobile application.

Dia menambahkan, dengan memanfaatkan teknologi secara strategis, lanjut dia merupakan kunci menuju kesuksesan bisnis. Oleh karena itu, dengan penggunaan smart mobility bisa meningkatkan produktivitas sebesar 30%, “Sejauh ini smart mobility lebih banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan di sektor perbankan, pembiayaan dan manufaktur,”ungkapnya.

Kinerja Keuangan

Perseroan yang didirikan sejak tahun 1983 ini menargetkan penjualan tahun ini bisa mencapai Rp 5,1 triliun. Jumlah ini tumbuh 15,91% dibandingkan penjualan di akhir tahun lalu yang mencapai Rp 4,4 triliun. Untuk laba bersih tahun ini, Metrodata memproyeksikan Rp 56,6 miliar, atau meningkat 30,11% dibandingkan laba bersih di akhir tahun lalu yang mencapai Rp 43,5 miliar. "Hingga saat ini belum ada revisi dan kami optimistis masih sanggup untuk mencapai target itu," tutur Randy.

Selama kuartal pertama tahun ini, MTDL mencatatkan penjualan senilai Rp 1,13 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 40,04% dibandingkan penjualan di periode yang sama tahun lalu senilai Rp 806,93 miliar. Sedangkan laba bersihnya mencapai Rp 14,6 miliar, naik 185,71% daripada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,11 miliar.

Sebelumnya Metrodata batal menggelar rights issue sekitar Rp 155 miliar di tahun ini. Tapi kondisi ekonomi global yang memburuk menyebabkan pengelola Metrodata berpikir ulang. Harga Metrodata, Jumat (6/7), turun 1,38% menjadi Rp 143 per saham.

Saat ini perseroan empat anak perusahaan diantaranya, PT Synnex Metrodata Indonesia (dulu dikenal sebagai PT Metrodata E Bisnis), PT Mitra Integrasi Informatika, PT Soltius Indonesia, dan PT My Icon Technology. (lia)

Related posts