Menjadi Terdepan Dengan Keunggulan Produk Dan Ramah Lingkungan

Jumat, 19/10/2012

Meskipun harga komoditas dunia tengah mengalami penurunan sebagai dampak dari krisis ekonomi Eropa, namun permintaanya masih cukup besar. Sebut saja untuk sektor kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) yang masih berprospek. Alhasil banyak perusahaan melirik dan melebarkan sayapnya di bisnis CPO. Salah satunya, perusahaan asal Amerika Cargill Indonesia menanamkan investasinya di sektor kelapa sawit dan berikut petikan wawancara Neraca dengan Chief Operating Officeer Tropical Oils Asia Cargill, John Hartman soal bisnis CPO di Indonesia.

T : Bisa diceritakan awal terjun di industri CPO dan apa yang menjadi ketertarikannya?

J : Cargill telah beroperasi di Indonesia sejak 1974 dan di Malaysia sejak 1978. Kedua negera ini mewakili 85% produksi minyak kelapa sawit dunia. Kami memulai industri perkebunan kelapa sawit sejak 1995 dengan mengakuisisi PT Hindoli di Sumatera Selatan. Sejak itu kami mengembangkan operasi kami hingga mencakup Harapan Sawit Lestari dan PT Indo Sawit Kekal di Kalimantan.

Cargill menghasilkan minyak mentah kelapa sawit yang berkualitas, biji kelapa sawit dan minyak biji kelapa sawit dari perkebunan kami dan dari sekitar 13.000 smallholder. Kami juga memiliki dan mengoperasikan lima pabrik pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas penghancuran hingga lebih dari 560 ton tandan buah segar per jam.

Industri minyak sayur memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi penting untuk masyarakat di seluruh dunia. Kelapa sawit dengan pangsa pasar 34%, memimpin pangsa pasar volume perdagangan internasional delapan minyak utama. Indonesia adalah produser terdepan dengan hampir setengah dari produksi global.

Selain itu, kelapa sawit adalah tanaman minyak yang paling efisien di tiap hektar tanah di dunia. Itu artinya tanaman ini memiliki produksi 10 kali lipat setiap hektarnya dibandingkan dengan tanaman-tanaman minyak lainnya, termasuk kedelai. Ini merupakan pertimbangan penting karena dunia menghadapi tantangan keberlanjutan di satu sisi dan menyediakan kebutuhan gizi masyarakat pada sisi lainnya.

T : Sejauh mana Anda melihat prospek bisnis CPO dan daya saingnya dengan Malaysia?

J : Prospek industrinya sangat bagus mengingat meningkatnya peran penting kelapa sawit di dunia dan sistem bahan bakar hayati. Minyak kelapa sawit adalah minyak sayur yang paling banyak diperdagangkan di dunia, menyusul minyak kedelai di tahun 2008. Dan hal tersebut meningkatkan pangsa pasarnya.

Malaysia membangun level yang tinggi dalam keahlian dan kemahiran dalam industri minyak sawitnya selama bertahun-tahun. Namun saat ini terkendala ketersediaan lahan dan tenaga kerja. Indonesia memiliki banyak kelebihan yaitu pasokan melimpah dalam keduanya.

T : Selama ini banyak pemain baru di industri CPO, apa komentar Bapak dan strategi apa yang dilakukan untuk menjadi terdepan?

J : Hal tersebut adalah sebuah proses alami dalam sebuah industri untuk memiliki pemain-pemain baru dalam pasar yang terus berkembang. Strategi kami adalah untuk menjadi pemimpin dalam industri perkebunan kelapa sawit berkelanjutan dan fokus pada keunggulan di bidang operasional, menghasikan intensifikasi, dan keselamatan karyawan.

Dasar pertama dari keunggulan operasional adalah tanggung jawab terhadap lingkungan, dan kesehatan dan keselamatan dari karyawan kami. Kami berkomitmen untuk memproduksi kelapa sawit dengan bertanggung jawab dan berkelanjutan, dan ini mendorong upaya kami dalam keberlanjutan seperti sertifikasi RSPO dan ISPO.

Yang kedua dalam keunggulan operasional adalah intensifikasi panen. Kami fokus tanpa henti untuk meningkatkan panen melalui praktek-praktek pertanian baik dalam nutrisi tanaman, kondisi lahan, dan manajemen hama dan penyakit. Kami menggabungkan ini dengan upaya-upaya kami dalam menghasilkan panen, yang merupakan fokus kami dalam standar-standar pemanenan optimal dan evakuasi serta pengolahan tanaman yang unggul dan efektif.

Kami menggabungkan ini dengan kesadaran yang kuat akan biaya serta komitmen untuk melayani pelanggan kami dengan memberikan kualitas produk, produksi yang berkelanjutan dan keandalan pasokan yang mereka inginkan.

T : Tahun ini ekpansi usaha apa saja yang dilakukan Cargill Tropical Palm dan target pendapatan serta akuisisi lahan baru ataupun perusahaan baru?

J : Kami baru-baru ini menyelesaikan perluasan 9.000 hektar lahan di Sumatera Selatan dan membangun pabrik baru di Kalimantan Barat. Kami berkomitmen untuk tumbuh dengan industri di Indonesia dan secara teratur menjelajahi pasar-pasar baru dan peluang-peluang akuisisi.

T : Selanjutnya bagaimana soal sengketa lahan antara masyarakat dengan perusahaan CPO?

J : Kami berkomitmen untuk tidak mengancam atau memusnahkan sumber-sumber atau hak-hak kepemilikan masyarakat asli. Kami memastikan bahwa kami memiliki hak yang legal dan diakui oleh pemerintah sebagai entitas yang sah untuk menggunakan dan mengelola lahan.

Hak-hak lahan yang tidak ditentukan dengan seharusnya antara masyarakat lokal dan pemerintah, dan beberapa klaim atas lahan yang sama akan menghasilkan konflik. Kami berkonsultasi dengan komunitas-komunitas lokal mengenai masalah-masalah lahan dan memberikan kompensasi yang adil untuk kerugian atau kerusakan apapun.

Di Indonesia kami bernegosiasi secara langsung dengan pemilik lahan dan pemimpin kelompok masyarakat lokal. Keseluruhan proses disaksikan langsung oleh pejabat pemerintah dan mengharuskan kami untuk melakukan kesepakatan dengan pemimpin kelompok masyarakat lokal untuk tanaman yang sudah ada, bersama dengan notarisasi penuh perjanjian yang mendokumentasikan kepemilikan sah lahan kami. Kami memastikan bahwa perjanjian bersifat mutual dengan komunitas dan perseorangan ditentukan dengan jelas, didokumentasikan dan ditetapkan secara hukum.

T : Apa saja yang dilakukan perseroan untuk berdayakan masyarakat sekitar sebagai tanggung jawab sosial perusahaan?

J : Konsumen dan pelanggan ingin mengetahui darimana produk mereka berasal, bagaimana pekerja dalam rantai suplai Cargill diperlakukan dan apa dampak dari produksi kami terhadap lingkungan. Selama lebih dari satu abad, Cargill telah bekerja sama dengan mitra bisnis dan komunitas untuk memelihara pengembangan ekonomi berkelanjutan, dan memberikan serta mempromosikan praktek-praktek usaha bertanggung jawab dalam rantai suplai kami.

Jika kami ingin melanjutkan pasokan kami dan memasok dengan rasa tanggung jawab, hubungan yang kuat dengan petani, pelanggan dan mitra – berdasarkan kejujuran, kepercayaan dan rasa hormat ke masing-msing pihak – adalah hal yang sangat penting.