CIMB Auto Finance Tawarkan Kupon Obligasi Maksimal 8,2%

NERACA

Jakarta - PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menawarkan kupon obligasi Rp500 miliar berkisar 6,5%-8,2%. Obligasi yang ditawarkan terdiri dari dua seri yaitu seri A dengan jangka waktu 370 hari dengan tingkat suku bunga 6,5-7,1% dan seri B dengan jangka waktu tiga tahun dari tanggal emisi dengan kupon 7,5-8,2%.

Presiden Direktur CNAF Frengkie Natawijaya mengatakan, penawaran obligasi ini sejalan dengan rencana bisnis perseroan untuk menjadi salah satu pemain utama dalam pembiayaan kendaraan bermotor di tanah air. , “Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi ini akan digunakan untuk modal usaha yaitu pembiayaan kendaraan bermotor dan melunasi utang pada bank yang akan jatuh tempo pada November 2012, “katanya di Jakarta, Kamis (18/10).

Selain itu, Fitch Ratings memberikan peringkat ‘AA+(idn)’ atas rencana penerbitan obligasi senior I-2012 sebesar maksimum Rp1 triliun dengan jangka waktu maksimum 3 tahun yang akan diterbitkan PT CIMB Niaga Auto Finance’s (CNAF) di Indonesia.

Dalam siaran persnya di jelaskan, obligasi tersebut diperingkat sama dengan peringkat nasional jangka panjang CNAF yang mencerminkan pandangan Fitch atas kewajiban obligasi perusahaan yang bersifat langsung, tidak kondisional, tidak dijamin dan bukan merupakan hutang subordinasi.

Peringkat CNAF mencerminkan ekspektasi Fitch akan dukungan yang kuat secara berkelanjutan dari pemegang saham mayoritas, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga; ‘BBB’/Stabil) dan induk perusahaan, CIMB Group (CIMBG; flagship CIMB Bank Berhad yang diperingkat ‘BBB+’/Stabil).

Dilusi yang signifikan atas kepemilikan atau kemungkinan melemahnya dukungan dari CIMB Niaga dan CIMB Group akan dapat memberikan tekanan terhadap peringkat CNAF. Peringkat CNAF sudah berada pada skala tertinggi, sehingga tidak ada potensi kenaikan pada peringkat nasionalnya. (bani)

BERITA TERKAIT

WOM Finance Raih Penghargaan Maju Berkat Pembiayaan dan Beasiswa APPI

WOM Finance Raih Penghargaan Maju Berkat Pembiayaan dan Beasiswa APPI NERACA Jakarta – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance)…

Manulife Sebut Pasar Obligasi Masih Positif

  NERACA   Jakarta - PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memandang beberapa faktor positif dari domestik masih akan terus…

Saat Obligasi Pemerintah Mengancam Industri Perbankan

  Oleh: Djony Edward Langgam pengaturan bunga di industri keuangan belakangan sedikit tercoreng, terutama dengan gencarnya penerbitan Surat Utang Negara…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…