Belum Banyak Investor Reksa Dana Karena Masih Berpikir Pasif - Targetkan Dana Kelola 10% Dari PDB

NERACA

Jakarta– Minimnya investor reksa dana menjadi tantangan para pelaku industri reksa dana untuk meningkatkan minat para masyarakat berinvestasi dan tidak hanya sekedar meningkatkan dana kelola saja.

Menurut Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto, minimnya masyarakat berinvestasi di reksa dana karena masyarakat belum memiliki pola pikir investasi jangka panjang, “Saat ini pola pikir masyarakat cenderung pasif dan belum memikirkan jangka panjang, “katanya di Jakarta, Kamis (18/10).

Dia menuturkan, kecilnya penetrasi masyarakat Indonesia, khususnya kelas menengah dalam melakukan investasi jangka panjang seperti produk reksa dana, bisa dilihat dari jumlah pemegang reksa dana saat ini yang baru 151 ribu dari 45 juta kelas menengah. Padahal, lanjutnya, instrumen investasi ini menawarkan banyan keunggulan.

Kata Abipriyadi, jenis investasi reksa dana sendiri saat ini sangat variatif, sehingga banyak pilihan bagi investor memilih sesuai profil masing-masing seperti reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang. Masyarakat mempunyai banyak pilihan guna untuk menfinvestasikan dananya dalam jangka panjang.“Imbal hasi reksa dana juga sangat menarik dan resiko yang terukur,” tegasnya.

Ketua Umum Reksa Dana Nasional Denny R. Thaher mengatakan, pihaknya akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi investasi ini ke masyarakat aagar masyarakat khususnya yang telah berkeluarga dapat lebih baik dalam mengelola keuangannya di masa depan. “Kami yakin perubahan akan berhasil jika dimulai dari keluarga,” ungkapnya.

Dia berharap, adanya sinergi pelaku industri keuangan dengan dukungan pemerintah sebagai regulator, sehingga industri reksa dana dapat berkembang lebih cepat. Oleh karena itu, dia pun menargetkan dalam lima tahun kedepan bisa mendapatkan 5 juta investor dengan dana kelola sekitar 10% dari PDB nasional.

Sementara Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar menghimbau pentingnya berinvestasi di reksa dana. Investasi ini dinilai menjadi alternatif selain berinvestasi di bidang properti, “Reksa dana tentu bisa menjadi alternatif, daripada produk konvesional,”jelasnya.

Dia menilai, investasi yang dilakukan individu pada berbagai sektor bisa jadi penyeimbang. Dengan dana yang tersebar tentu risikonya lebih terjaga.“Jika hanya satu jenis investasi menjadi buruan masyarakat dikhawatirkan terjadi letupan atau bubble,” paparnya.

Namun, Mahendra pun sadar perlu usaha keras bagi pelaku industri reksa dana. Sosialisasi akan kemudahan investasi di reksa dana dan potensi imbal hasil yang lebih besar, harus perlu dilakukan. Industri perbankan saja, yang sudah mengelola Rp2.984 triliun ujarnya makin gencar berpromosi, “Jadi perlu ada pembagian produk termasuk instrumen yang lebih mendalam. Mungkin yang belum, karena belum kenal, belum percaya, belum nyaman,” tandasnya. (bari)

BERITA TERKAIT

Menkop Targetkan PDB Koperasi 6% di 2019

Menkop Targetkan PDB Koperasi 6% di 2019 NERACA Surabaya - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mentargetkan kontribusi koperasi terhadap…

Investor di Lampung Capai 8.379 Investor

NERACA Bandarlampung - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat hingga Oktober 2017, jumlah investor pasar modal di Provinsi Lampung mencapai…

Menteri LHK bersama Wali Kota Bandung - Gembira Bersama Kelola Sampah Menuju Hidup Bersih Dan Sehat

Menteri LHK bersama Wali Kota Bandung Gembira Bersama Kelola Sampah Menuju Hidup Bersih Dan Sehat NERACA Bandung - Dalam rangkaian…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sekolah Pasar Modal Gratis di Buka di NTB

NERACA Mataram – Dalam rangka perbanyak investor saham di Nusa Tenggara Barat, kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram menyelenggarakan…

Jakarta Garden City Pasarkan Lifestyle Center “New East”

NERACA Jakarta - PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT Modernland Realty Tbk mulai pasarkan produk properti komersial terbaru…

Investasi Properti di Bali - Tavisamira Janjikan Tiga Tahun Uang Kembali

NERACA Serpong-  PT Anugerah Kasih Satu (AKS), salah satu anak usaha PT Anugerah Kasih Investama (AKI) Group yang sedang mengembangkan…