Delta Dunia Makmur Rampungkan Akuisisi Rp162 Miliar

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) telah merampungkan akuisisi dengan total nilai transaksi Rp162 miliar atau sekitar US$16,9 juta atas 99,9% saham perusahaan PT Banyu Biru Sakti dan PT Pulau Mutiara Persada.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta kemarin. Direktur PT Delta Dunia Makmur Tbk Ariani Sofjan mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan akuisisi tersebut pada 15 Oktober 2012. “Dana akuisisi kedua perusahaan batu bara tersebut berasal dari rights issue perseroan,”katanya.

Sebelumnya perseroan melakukan penawaran umum terbatas (PUT)/rights issue sebesar 1,36 miliar saham biasa. Perseroan diperkirakan meraih dana sekitar Rp1,3 triliun dari hasil rights issue tersebut. Adapun dana hasil rights issue tersebut untuk membayar utang antar perusahaan dari perseroan kepada BUMA, modal kerja, belanja modal dan pertumbuhan anorganik.

PT Banyu Biru Sakti, bergerak di pertambangan batu bara dan telah memperolah izin usaha pertambangan eksplorasi dengan lokasi pertambangan terletak di Kalimantan TImur dengan luas 7.742 hektar. Sementara itu, PT Pulau Mutiara Persada (PMP), bergerak di bidang pertambangan batu bara.

PMP telah memperoleh izin usaha pertambangan eksplorasi dengan lokasi pertambangan I memiliki luas wilayah kurang lebih 2.000 hektar. Untuk lokasi pertambangan II memiliki luar wilayah kurang lebih 1.500 hektar dan keduanya terletak di Jambi.

Kinerja Perseroan

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) mencatat, hingga Agustus 2012 produksi batubara sebesar 22 juta ton dari realisasi produksi Agustus 2011, yaitu sebesar 22,7 juta ton. Perseroan juga mencatatkan overbudden removal mencapai 31,5 juta bank cubic meters (bcm) pada Agustus 2012 dibandingkan Agustus 2011 sebesar 29,7 juta bcm.

Selain itu, total overbudden removal mencapai 231,1 juta bcm hingga Agustus 2012 dibandingkan Agustus 2011 mencapai 215,7 juta bcm. Hingga semester pertama 2012, perseroan mencatatkan rugi sebesar Rp 320,79 miliar dibandingkan semester pertama 2011 untung sebesar Rp 17,84 miliar. Pada semester pertama 2012, pendapatan perseroan naik menjadi Rp 3,66 triliun dari semester pertama 2011 sebesar Rp 3,17 triliun. (lia)

BERITA TERKAIT

Sukses Gelar IPEX ke-20 - BTN Raih Potensi Kredit Baru Rp 4,56 Triliun

Bank BTN berhasil menarik  lebih dari 200.000  pengunjung selama sepekan pameran Indonesia Properti Expotdan (IPEX) sukses membukukan nilai ijin prinsip…

J Resources Tingkatkan Cadangan Emas

Perusahaan tambang emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) akan fokus pada peningkatan cadangan dan sumber daya di Blok…

Aplikasi GOWES Ride Sharing Hadir di UMN

Perluas pemanfaatan GOWES ride-sharing platform & application yang dimiliki PT Surya Teknologi Perkasa (STP), entitas anak dari perusahaan distribusi digital…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kadin: Industri Tidak Bisa Langsung Tumbuh Meski Harga Gas Turun

NERACA Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menilai bahwa penurunan harga gas industri yang rencananya akan mulai berlaku…

Beli Rumah di Usia Muda Bukan Lagi Mustahil

Empat tahun sejak di lantik menjadi perwira polisi, Nuril Fajar (25) memberanikan diri mengambil rumah di usia muda. Hal ini…

PP Properti Rilis Obligasi Rp 401,3 Miliar

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, emiten properti PT PP Properti Tbk (PPRO) akan menerbitkan dua seri obligasi senilai dari…