Pelaku Ekspor Perlu Optimalkan Pasar Domestik - Antisipasi Dampak Krisis

NERACA

Jakarta – Krisis ekonomi global yang melanda negara Eropa memberikan pengaruh signifikan terhadap pasar ekspor Indonesia ke negara tujuan. Meskipun demikian, sentimen negatif tersebut tidak menghambat pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Ketua Umum Forum Eksportir Prima Indonesia, Catharina Widjaja mengatakan, krisis ekonomi Eropa memberikan pengaruh signifikan terhadap pasar ekspor Indonesia, namun hal tersebut menjadi tantangan para pelaku usaha untuk melakukan diversifikasi pasar ekspor, “Kita akui pasar ekspor mengalami penurunan, namun tidak terlalu besar karena masih ada negara lain di Asia, “katanya di Jakarta, Kamis (18/10).

Menurutnya, hadirnya forum Eksportir Prima Indonesia adalah adalah sebagai wadah para pelaku eksportir Indonesia untuk saling berbagi informasi dalam meningkatkan daya saing dengan negara tetangga, “Forum ini menjadi wadah untuk meningkatkan daya saing dan termasuk mengoptimalkan branding Indonesia di luar negeri. Kita harus bangga memakai produk dalam negeri,”tegasnya.

Kata Catharina, forum ini dibentuk berawal dari inisiatif beberapa perusahaan pemenang penghargaan Primaniyarta seperti Indah Kiat, Tjiwi Kimia, Pindo Deli, Gajah Tunggal dan Insera Sena. Lebih jauh dia menjelaskan, tujuan dibentuknya komunitas ini adalah meningkatkan kinerja ekspor nasional melalui para anggota, menumbuhkan ekspor nasional di regional market Asia, menjembatani para eksportir untuk menjadi lebih globally extended dan mempersiapkan para eksportir nasional dalam AFTA dan CAFTA, “Keanggotan forum ini meliputi perusahaan eksportir nasional, eksportir nasional menengah dan besar Indonesia serta praktisi ekspor dan impor, “ungkapnya.

Catharina yang juga direktur PT Gajah Tunggal Tbk menegaskan, meskipun forum eksportir Indonesia adalah para pemenang penghargaan Primaniyarta. Namun terbuka bagi perusahaan lain yang bukan pemenang penghargaan Primaniyarta.

Dia menjelaskan, Indonesia sangat di untungkan dengan populasi penduduknya yang cukup besar dan karena itu, penjualan beberapa ekspor komoditi bisa diserap di pasar domestik. Oleh karena itu, lanjutnya, pelaku industri dalam negeri harus bisa meningkatkan penjualan ekspor non migas yang belum banyak di serap di luar negeri.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengatakan, Indonesia dinilai belum aman dari krisis. Maka untuk mengantisipasi dampak krisis di kawasan Eropa dan Amerika Serikat, presiden meminta pelaku bisnis untuk menjaga dan meningkatkan kinerja ekspor. Pasalnya, industri akan terpukul bila kinerja ekspor menurun dan penurunan ekspor bisa menjadi faktor utama penyebab kemiskinan.

BERITA TERKAIT

Skema KPBU Perlu Dukungan Kepala Daerah

      NERACA   Lampung - Pemerintah tengah fokus dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Namun yang jadi…

Alas Kaki Masih Dominasi Ekspor Banten

Alas Kaki Masih Dominasi Ekspor Banten NERACA Serang - Golongan barang alas kaki seperti sepatu dan sandal masih mendominasi perolehan…

Citilink Buka Pasar Regional Lewat Skytrax

Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink Indonesia menjadikan penghargaan bintang empat dari Skytrax yang baru saja diraihnya menjadi sebuah pintu untuk…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Sepanjang Januari 2018 - Panen Belum Merata, Harga Gabah Kering dan Beras Tercatat Naik

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan harga gabah kering panen dan gabah kering giling selama Januari…

KLHK Optimistis Ekspor Produk Kayu 2018 Meningkat

NERACA Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan optimistis ekspor produk kayu nasional pada 2018 akan meningkat dibandingkan…

Niaga Bilateral - Pakistan-Indonesia Realisasikan Kerjasama Impor Jeruk

NERACA Jakarta – Pakistan dan Indonesia merealisasikan kerja sama impor jeruk jenis kino sebanyak 1.500 kontainer atau 30.000 ton pada…