BNI Akan Tambah KPR sampai Rp 3 T

Gelar Pameran Properti Bersama REI

Kamis, 18/10/2012

NERACA

Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk siap menambah penyaluran portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Rp 3 triliun di sampai akhir Desember 2012. Sampai saat ini, BNI telah mengucurkan KPR sekitar Rp 23 triliun. “Target KPR kita Rp 25,5-Rp 26 triliun,” kata Direktur Konsumer dan Ritel BNI, Darmadi Sutanto di Jakarta, Rabu (17/10).

Menurut Darmadi, BNI berusaha memperbesar porsi pembiayaan perumahan. Salah satu caranya dengan menggelar BNI-REI Expo, pameran perumahan yang terselenggara serempak di 20 kota.

Dia menyebut, dari target transaksi penjualan Rp 4 triliun, BNI membidik pembiayaan rumah sekitar Rp 2,4 triliun. Porsi terbesar aplikasi KPR baru akan hadir di wilayah Jabodetabek.

“Kita tetap lakukan segala upaya untuk meningkatkan KPR, setelah dalam dua tahun terakhir KPR kita terus tumbuh sekitar 45%-50%,” paparnya. Meski agresif dalam pembiayaan KPR komersial, namun Darmadi mengakui partisipasi kredit program FLPP masih minim.

“Untuk FLPP kami akui belum berhasil. Karena target yang ditetapkan cukup agresif Rp 2 triliun, padahal kita masih perlu menyiapkan infrastruktur. Realisasi FLPP sampai saat ini kecil, baru sebesar Rp 10 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Realestat Indonesia (REI) Setyo Maharso mengatakan, dalam tahun ini REI menargetkan mampu memasok rumah ke pasar sebesar 400 ribu unit. Dari 400 ribu unit rumah tersebut, sekitar 50%nya merupakan rumah untuk konsumen menengah ke bawah. Sementara sebanyak 50% lainnya untuk memenuhi kebutuhan hunian di segmen rumah menengah, rumah mewah dan apartemen.

Setyo Maharso juga mengungkap, pameran properti yang digelar bersama BNI itu, akan diikuti oleh 750 pengembang dengan ribuan proyek properti yang tersebar di 34 provinsi. Dia menyebut, pameran perumahan ini serentak digelar di 20 kota mulai 20-28 Oktober 2012. Pameran ini menargetkan mampu mencapai transaksi Rp 4 triliun.

REI memastikan produk rumah yang dipamerkan lebih variatif. Rumah yang siap ditawarkan kepada masyarakat mulai dari Rp 88 juta hingga Rp 4 miliar. “Kita ada produk dari yang murah sampai mahal, dari FLPP sampai yang tinggi sampai Rp 4 miliar,” paparnya.

Tahun ini, kapitalisasi industri properti pun diyakini mencapai Rp 172 triliun. Terjadi pertumbuhan 10%-15% dari kapitalisasi di 2011 senilai Rp 150 triliun. "Kapitalisasi ini tumbuh 10%-15% tahun ini, termasuk interior ya,” urainya. Dalam kesempatan itu, Darmadi menyebut, dalam pameran tersebut, BNI menawarkan bunga KPR yang kompetitif mulai dari 6,99%-8%. Fasilitas kredit berbunga murah ini bisa diperoleh masyarakat sampai akhir Desember 2012. [kam]