Raup Peluang Pasar, Ciputra Bangun 7 Hotel Budget

PT Ciputra Property Tbk

Kamis, 18/10/2012

NERACA

Jakarta – Bisnis hotel budget atau hotel berbiaya murah meriah sebagai sarana transit penginapan di beberapa kota, tengah banyak digarap industri properti. Salah satunya, PT Ciputra Property Tbk (CTRP) yang akan membangun hotel budget yang diperuntukkan bagi kelas menengah di 7 wilayah Indonesia.

Direktur Ciputra Property Artadinata Djangkar mengatakan, pembangunan hotel budget bukan karena latah, tetapi tren permintaan pasar properti terus meningkat di perhotelah dan apartemen, “Sudah ada lahan 7 wilayah untuk pembangunan hotel ini antara lain Bandung, Yogyakarta, Banjarmasin, Cirebon, Semarang, Serpong dan Bengkulu,”katanya di Jakarta, Rabu (17/10).

Dia menuturkan, nilai investasi untuk masing-masing hotel diperkirakan sebesar Rp40-50 miliar. Untuk tahap pembangunan pertama, lanjutnya, akan di bangun di Bandung dan akan dilakukan akhir tahun ini. Sementara untuk wilayah lainnya masih dalam proses perizinan dan tender.

Kata Artadinata, pembangunan hotel kelas menengah ini lebih melihat kepada kebutuhan konsumen saat ini yang lebih banyak menggunakan kamar hotel untuk sekadar menginap. Jadi, lanjut dia, segmen pasar yang dibidik, seperti karyawan dan turis yang hanya berkeinginan untuk singgah.

Sampai dengan saat ini, pihaknya mencatat permintaan untuk sektor properti mengalami kenaikan yang cukup signifikan, baik itu apartemen dan strata title. Untuk apartemen My home, Ciputra mencatat, telah terjual sekitar 90%, sementara untuk Raffles Residence ada sekitar 45-50%. “Raffles Residence kami perkirakan baru selesai terjual akhir tahun depan. Sedangkan my home secara praktis sudah terjual 90% dan perkiraannya akhir tahun ini bisa mencapai 100%.” Ujarnya.

Untuk Raffles Residence, menurut Artadinata terdiri atas 88 unit dengan 4 tipe dengan kisaran harga rata-rata 45 juta/meter. Sementara apartemen My Home terdiri atas 136 unit dengan kisaran harga rata-rata 35 juta/meter.

Bersaing Ketat

Asal tahu saja, tak hanya CTRP tetapi juga ada PT Agung Podomoro Land Tbk yang ikut meramaikan industri hotel budget di Indonesia. Perseroan akan membangun hotel budget dengan 200 kamar di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sementara itu Panorama sendiri menargetkan mengelola sekitar 30 hotel budget dalam lima tahun kedepan. Hotel tersebut tidak harus dibangun oleh pihak Panorama, melainkan bisa bekerjasama dengan pihak lain, salah satunya dengan Agung Podomoro. “Investasinya tidak terlalu besar, karena kita tidak perlu membangun hotel untuk mengelolanya, kita akan bekerjasama dengan pihak lokal dan bekerjasama dengan mengelola hotel milik pihak lain, sehingga bisa menekan investasi,” ungkap Budi Tirtawisata, Chief Executive Officer (CEO) Panorama Group.

Langkah yang sama juga dilakukan PT Bakrieland Development Tbk. Tahun ini, Bakrieland merilis budget hotel yang diberi nama Elty Hotel. Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Bakrieland Hiramsyah Sambudhy Thaib bilang, saat ini perusahaan baru ingin mencoba membangun satu hotel budget sebagai prototype. "Ada tiga pilihan lokasi, di Jakarta dan luar Jakarta," ujarnya.

Bukan hanya Bakrieland, PT Metropolitan Land Tbk (Metland) juga berambisi membangun 20 budget sampai lima tahun ke depan. Ini berarti Metland meluncurkan rata-rata empat sampai lima hotel setiap tahunnya.

Selain itu, PT Intiland Development Tbk (DILD) juga tidak mau kalah dan ikut perbanyak pembangunan bisnis hotel budget. Executive Director Capital and Investment Management PT Intiland Development Tbk, Archied Noto Pradono pernah mengatakan, pihaknya menargetkan pembangunan hotel budget di 29 lokasi di Indonesia. Saat ini perseroan telah mengoperasikan tiga hotel budget di Semarang, Yogyakarta, dan Kuta, Bali."Tahun ini ada dua tambahan hotel budget yaitu di Kelapa Gading dan Nusa Dua," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, lokasi pembangunan hotel budget yang ada di dalam pipe line perseroan antara lain Balikpapan, Palangkaraya, Makassar, Manado, dan Bali. Kemungkinan perseroan akan banyak membangun hotel budget pada 2013. Dana pembangunan satu hotel budget sekitar Rp40 miliar-Rp50 miliar. Perseroan akan menarik pinjaman untuk pembangunan hotel budget. Hotel budget perseroan bernama Whiz dan Grand Whiz hotel.

Menurutnya, untuk pembangunan hotel budget ada yang punya 100%, joint venture, partisipasi, minoritas, tanah sewa atau hanya mengelola saja. Adapun dana belanja modal yang dianggarkan mencapai Rp1,4 triliun-Rp1,5 triliun pada 2012. (bani)