Penjualan Laris, HERO Catatkan Pendapatan Rp 2,9 Triliun

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) pada kuartal ketiga 2012 meraih pendapatan mencapai 2,9 triliun dan laba bersih mencapai Rp82,3 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (17/10).

Untuk periode yang sama tahun lalu, pendapatan perseroan mencapai Rp2,5 triliun. Untuk beban pokok penjualan pada periode ini meningkat menjadi Rp2,3 triliun dari Rp1,9 triliun. Demikian juga dengan laba kotor naik menjadi Rp651,8 miliar dari Rp568,5 miliar.

Selain itu, beban penjualan menjadi Rp60,5 mliar dari Rp36,7 miliar. Hasilnya laba usaha menjadi Rp119,7 miliar dari Rp111,9 miliar di periode yang sama tahun lalu. Untuk laba sebelum pajak naik tipis menjadi Rp109,4 miliar dari Rp107,2 miliar. Dengan pajak penghasilan sebesar Rp27,04 miliar maka laba bersih menjadi Rp82,3 miliar. Untuk pajak periode yang sama tahun lalu Rp26,8 miliar maka laba bersih sebesar Rp80,4 miliar.

Sedangkan aset perseroan menjadi Rp814,7 miliar atau naik 21,9%. Total liabibltias naik sebesar Rp593 miliar dibanding Desember 2011. Hal ini disebabkan ekspansi perusahaan membuka toko buku. Sehingga persediaan dan aset tetap naik sebesar Rp261 miliar dan Rp402 miliar.

Demikian juga dengan pinjaman dari pihak ketiga dan utang bank naik sebesar Rp381 miliar dan Rp102 miliar. Sebagai informasi, sebelumnya hasil rapat umum pemegang tahunan (RUSPT) Hero memutuskan tidak membagikan dividen tahun ini. Itu artinya sudah 13 tahun lamanya emiten berkode HERO ini tidak membagikan keuntungannya kepada pemegang saham.

Presiden Komisaris Hero Ipung Kurnia tidak mau menjelaskan alasan perseroan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham selama itu. Presiden Direktur Hero John Callaghan pernah bilang, pada tahun lalu, beralasan keputusan tidak membagikan dividen ini murni hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Menurutnya, pemegang saham percaya berinvestasi di Hero akan lebih meningkatkan nilai keuntungan mereka di masa depan. (bani)

BERITA TERKAIT

Intiland Targetkan Penjualan Rp 3,3 Triliun - Mengandalkan Proyek Mixed Use

NERACA Jakarta – Geliat bisnis properti di tahun politik diyakini masih berpeluang tumbuh, menjadi sentimen positif bagi PT Intiland Development…

Borneo Sarana Bidik Pendapatan US$ 60 Juta - Genjot Produksi 800 Ribu Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) langsung menggenjot produksi…

BJB Bukukan Laba Rp1,6 triliun

  NERACA Jakarta - Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) membukukan laba bersih sebesar Rp1,6 triliun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk telah memeroleh persetujuan perizinan pembukaan unit usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…