Pertamina Awasi Ketat Distribusi BBM Bersubsidi

Sabtu, 20/10/2012

NERACA

PT Pertamina (Persero) berjanji mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan pengawasan internal secara ketat dan berlapis hingga di titik penyerahan guna mencegah terjadinya penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir mengatakan, BBM yang diperoleh dari hasil pengolahan kilang dan juga impor masuk ke terminal transit utama (TTU) menggunakan moda transportasi laut.

Dari TTU, BBM dialirkan menuju terminal BBM dengan moda transportasi laut maupun sungai dan kemudian disalurkan ke SPBU menggunakan mobil tangki BBM yang dimiliki dan dikelola oleh penyedia mobil tangki BBM.

"Pengawasan secara ketat dilakukan oleh Pertamina selama proses pengisian BBM ke mobil tangki di terminal BBM, dimana BBM baik premium maupun solar berpindah kepemilikan dari Pertamina kepada pelanggan," ujar Ali Jakarta, Jumat (12/10).

Dikatakannya, pada terminal BBM yang telah dilengkapi automation system, seperti di terminal BBM Plumpang, Cikampek, Boyolali, Tuban, Surabaya, dan Bau-bau, pengawasan telah dilakukan secara otomatis berbasis IT.

Dia menjelaskan, pengawasan dilakukan sejak di pintu masuk hingga keluar terminal di antaranya melalui penggunaan I button atau proximity card untuk verifikasi siap isi di pintu masuk dan siap jalan di pintu keluar, verifikasi loading order (LO) dan detail pelanggan, penggunaan filling ticket, hingga pemasangan segel pada bagian manhole dan manifold tangki untuk menghindari pembongkaran secara ilegal.

Adapun, untuk terminal tanpa automation system verifikasi dilakukan secara cermat khususnya terhadap data LO dan nopol mobil tangki dan dipastikan mobil tangki BBM dalam keadaan tersegel ketika keluar dari terminal BBM.

Untuk memastikan pasokan BBM sampai ke SPBU dan serta monitoring ketersediaan stok di SPBU, Pertamina melakukan pengecekan melalui fuel sales distribution management system, yaitu dengan jalan memantau stok pelanggan, ketersediaan LO, status pengiriman dan konfirmasi penerimaan.

Pertamina juga menggunakan GPS tracking system untuk memonitor pergerakan mobil tangki secara realtime. Penggunaan GPS tracking system di mobil tangki BBM diterapkan untuk mobil yang mengambil BBM dari beberapa terminal BBM, meliputi terminal BBM Plumpang, Tanjung Gerem, Bandung Group, Balongan, Tasikmalaya, dan Cikampek.

"Pertamina berancana memperluas penggunaan GPS tracking system untuk seluruh terminal BBM di Tanah Air dalam beberapa waktu ke depan untuk meningkatkan keandalan system pendistribusian BBM bersubsidi oleh Pertamina," tuturnya.

Ketika sampai di SPBU, sebelum proses pembongkaran dilakukan pemeriksaan surat jalan, nomor segel, sopir dan kondektur serta pemeriksaan untuk memastikan jenis BBM dan volume yang dikirimkan sesuai dengan permintaan. Pembongkaran hanya dapat dilakukan apabila dokumen dinyatakan lengkap dan benar oleh petugas yang sebelumnya melakukan cross check ke terminal BBM.

Proses pendistribusian BBM bersubsidi yang telah dilakukan secara ketat oleh Pertamina selama ini diharapkan dapat mencegah kemungkinan terjadinya penyalahgunaan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Pertamina berkomitmen untuk bekerjasama dengan BPH Migas untuk memastikan BBM bersubsidi terjamin ketersediannya di tengah masyarakat," ujarnya.