Pemegang Saham Lama Tinggalkan Citra Marga Nusaphala

Heffernan Lepas 7,72%

Kamis, 18/10/2012

NERACA

Jakarta – Salah satu pemegang saham jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), yaitu Heffernan International Ltd menjual 7,72% saham CMNP. Hal yang sama juga dilakukan para pemegang saham dengan kepemilikan di bawah 5%.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (17/10). Saham Citra Marga dijual di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Oktober 2012. Namun, manajemen perseroan belum mendapat informasi rinci mengenai transaksi itu dari penjual maupun pembeli.

Direktur Citra Marga Indrawan Sumantri mengungkapkan, informasi mengenai penjualan saham perseroan diperoleh dari PT Kustodian Sentral EfekIndonesia (KSEI) per 8 Oktober 2012. “Telah terjadi perubahan kepemilikan saham perseroan atas nama Heffernan International Ltd yang telah melepas seluruh sahamnya sebanyak 154,46 juta saham (7,72%),”katanya.

Selama ini, selain Heffernan, berapa pemegang saham Citra Marga dengan kepemilikan di atas 5% adalah UBS AG Singapore (5,53%), Remington Gold Limited (5,23%) dan Ievan Daniar Sumampow (5,13%). Heffernan International Ltd merupakan perusahaan pengelola dana (private equity) asing.

Ekspansi Bisnis

Sebagai informasi, Citra Marga berencana meningkatkan kepemilikan sahamnya pada konsorsium PT Jakarta Toll Development dan ekspansi infrastruktur pertambangan. Aksi korporasi ini akan menjadi kunci utama dalam mempercepat pertumbuhan kinerja keuangan perseroan, selain peningkatan trafik kendaraan ruas tol eksisting dan penambahan ruas toal baru.

Konsorsium Jakarta Toll Development mengembangkan tujuh proyek tol. Ketujuh proyek sepanjang 69,8 kilometer (km) tersebut diharapkan rampung pada 2016. Nilai investasinya mencapai Rp40 triliun.

Saat ini, Citra Marga mengoperasikan jalan tol Jakarta-Tanjung Priok dan Waru-Juanda di Surabaya. Perseroan juga memiliki beberapa konsesi jalan tol yang masuk tahap pengembangan, “Keputusan Citra Marga untuk menambah kepemilikan saham sejumlah ruas tol ditambah rencana ekspansi infrastruktur pertambangan menjadi katalis penguat harga saham perseroan ke depan,” kata analis Bahana Securities Natalia Sutanto dalam risetnya.

Menurut Natalia, tanpa ada akuisisi ruas tol maupun penambahan saham (anorganik), pertumbuhan kinerja keuangan perseroan hanya ditopang peningkatan tarif tol dan trafik lalu lintas. Pertumbuhan tarif tol dan kendaraan rata-rata menyumbang sebesar 12% terhadap laba tahunan Citra Marga periode 2012-2013, “Kami memperkirakan margin bersih perseroan tetap tinggi sebesar 42% selama perseroan mampu mengendalikan belanja operasional,” ungkapnya. (bani)