Indomobil Suntik Anak Usaha Senilai Rp 256 Miliar

Kamis, 18/10/2012

NERACA

Jakarta - PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) menyuntik anak usahanya, PT Indomobil Wahana Trada (IWT) senilai Rp256 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu(17/10).

Sebelumnya, IWT melakukan peningkatan modal dasar yang semula sebesar Rp600 miliar menjadi Rp1 triliun. Sementara modal ditempatkan dan disetor yang semula Rp379 miliar terbagi atas 379 ribu saham menjadi Rp635 miliar atas 635 ribu saham.

Sementara itu, PT IMG Sejahtera Langgeng (IMGSL) selaku pemegang saham IWT lainnya melepaskan haknya dan menyetujui agar perseroan yang mengambil bagian atas saham tambahan tersebut. Alhasil, perseroan mengambil semua saham sejumlah 256 ribu lembar saham. "Dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp256 miliar," kata Direktur Utama Jusak Kertowidjojo.

Alhasil, kepemilikan perseroan di IWT mengalami peningkatan menjadi 99,73% dari sebelumnya sebesar 99,55%. Tujuan dari transaksi ini adalah untuk meneingkatkan kemampuan IWT dalam memperoleh keuntungan. Hal ini akan menyebabakan dampak positif terhadap laporan keuangan konsolidasian perseroan secara keseluruhan, yang akhirnya memberikan manfaat bagi pemegang saham publik perseroan.

Suntik Modal Multicentral

Selain itu, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk juga menyuntikkan tambahan modal sebesar Rp14,99 miliar di anak usahanya, PT Multicentral Aryaguna (MCA). IMAS memiliki 99,98% saham MCA.

MCA melakukan peningkatan modal yang semula Rp55 miliar terbagi atas 55 ribu lembar saham menjadi Rp280 miliar atas 280 ribu saham. Masing-masing saham tersebut memiliki nilai nominal Rp1 juta. MCA juga meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang terbagi atas 70 ribu lembar saham, dengan nilai nominal Rp1 juta.

Disampaikan Jusak, perseroan turut mengambil bagia atas saham tambahan di MCA secara proporsional sesuai dengan persentase kepemilikan sahamnya, yaitu sejumlah 14.997 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp14,99 miliar.

Peningkatan modal MCA ini akan menyebabkan peningkatan kemampuan MCA untuk meraih keuntungan. Secara tidak langsung, lanjut dia, akan berdampak positif terhadap laporan keuangan konsolidasi perseroan secara keseluruhan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi pemegang saham publik perseroan. (bani)