Perusahaan Komponen Tahan Gempa Bangun Pabrik di Indonesia

Kamis, 18/10/2012

NERACA

Jakarta - Kondisi geografis Indonesia dan Jepang yang rawan gempa menjadi alasan bagi produsen komponen struktur bangunan tahan gempa PT Fuji Bolt Indonesia menanamkan investasi senilai US$ 2,5 juta (sekitar Rp25 miliar) di dalam negeri.

Pembangunan pabrik di lahan seluas 5.500 meter persegi di Wanaherang, Gunung Putri, Bogor itu, menurut Presdir PT FJI, Toshihide Miyamoto, berkapasitas hingga 12 ribu ton per tahun. “Namun, sejak dimulainya produksi Maret lalu dalam bentuk Sliif (selonsong) kapasitasnya baru 36 ton per bulan (100 ton per 3 bulan),” jelasnya, Rabu.

Dipilihnya Indonesia sebagai basis produksi menurut Presdir PT Fuji Bolt Manufacturing Co.Ltd, Jepang, Fujio Yamazaki, karena banyak kesamaan antara Indonesia dan Jepang yang rawan gempa ternyata bisa dilewati bersama.

Di samping itu,kata dia, kondisi ekonomi di Jepang yang mulai melemah membuat pengusaha kelas menengah besar melakukan ekspansi ke Asia Tenggara. “Kita pilih Indonesia sebagai lokasi karena orang Indonesia bisa dipercayai. Pemerintah Indonesia juga tengah fokus membangun infrastuktur dengan dana cukup besar,” kata Yamazaki.

Menurut Yamazaki, dalam proses produksi saat ini, sumber bahan baku masih 100 % di impor dari Jepang dan Korea. Sementara hasil produksi sekitar 70% di ekspor ke Jepang dan 30 % di pasarkan di Indonesia. ”Kami juga akan memproduksi alat tahan gempa yang disesuaikan dengan infrastruktur yang ada di Indonesia,” ucapnya.

Dia optimis dengan peluang pasar yang ada di Indonesia karena secara geografis Indonesia dikelilingi cincin api yang rawan gempa. Makanya dia optimis produk kami akan sukses dijual di Indonesia. Fuji Bolt, kata Yamazaki, selama ini juga sukses menghandle proyek konstruksi,rel kereta api, jalan tol, pembangkit listrik dan proyek infrastruktur lainnya di Jepang dan sejumlah negara di dunia.

Lebih jauh lagi Yamazaki mengungkapkan Fuji Bolt Manufacturing Co Ltd, pabrik tersebut telah berproduksi pada Agustus 2012 dengan total kapasitas produksi sebesar 12.000 ton per tahun. Menurutnya, Fuji Bolt menargetkan produk yang dihasilkan sudah masuk pasar domestik pada bulan ini. "Produk struktur bangunan tahan gempa sudah menjadi kebutuhan dalam proyek-proyek konstruksi di seluruh dunia, termasuk Indonesia," ujarnya.

Untuk tahap awal, sebagian besar produksi di pabrik tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan ekspor. "Kondisi awal, 90% produksi untuk pasar ekspor, terutama pasar Jepang. Proporsi ini akan disesuaikan menjadi 30% pasar domestik dan 70% ekspor beberapa tahun mendatang," tuturnya.

Infrastruktur Pemerintah

Presiden Director Fuji Bolt Indonesia, Toshihide Miyamoto mengungkapkan pemerintah Indonesia sedang mencanangkan beberapa mega proyek infrastruktur di dalam negeri termasuk Mass Rapid Transit (MRT). Hal ini menjadi incaran perusahaan komponen struktur bangunan tahan gempa asal Jepang, Fuji Bolt Manufacturing Co Ltd. Fuji Bolt sudah berpengalaman di negaranya termasuk mengerjakan tiang-tiang jaringan kereta super cepat Shinkansen.

Miyamoto mengatakan, pihaknya tengah mempromosikan produknya untuk dipakai di beberapa proyek infrastruktur di Indonesia yang akan dibangun, salah satunya adalah MRT Jakarta seperti komponen rel kereta. "Kami sudah memperkenalkan produk kami, kami sudah mulai kerja memperkenalkan untuk MRT," kata Miyamoto.

Dia menambahkan, tak hanya MRT, ke depan perusahaannya akan juga memperkenalkan produknya ke beberapa proyek besar seperti Jembatan Selat Sunda (JSS), proyek jalan tol, proyek kereta api dan lainnya. "Disini banyak, ada Selat Sunda (JSS), highway, lalu kereta api seperti Shinkansen yang Jakarta Surabaya, tapi yang baru diperkenalkan hanya ke MRT," tambahnya.

Fuji Bolt telah memiliki pengalaman banyak di proyek infrastruktur dan bangunan khususnya di Jepang. Hal ini menjadi motivasi darinya untuk mengaplikasikan produknya untuk proyek infrastruktur di Indonesia. "Proyek besar kami banyak punya pengalaman di Jepang, Shinkansen contohnya itu tiang-tiangnya. Dan kami mau menggunakan di Indonesia dan proyek kami diprioritaskan untuk daerah rawan gempa," pungkas Miyamoto.