Exploitasi Energi Pasok 3 Juta Ton Batu Bara Ke Malaysia - Penuhi Kebutuhan Energi Listrik

NERACA

Jakarta - Perusahaan batu bara, PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) akan menjual 65 ribu metrik ton batu bara per bulan atau 3 juta metrik ton per tahun ke perusahaan asal Malaysia. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (17/10).

Disebutkannya, penjualan batu bara kepada perusahaan Malaysia diantaranya Aditya 1 Energy Sdn Bhd, Southdale Reseources Sdn Bhd dan Berkshire Management Consulting & Service Sdn Bhd.

Berdasarkan MoU tersebut perseroan telah sepakat untuk melakukan negosiasi lebih lanjut yang akan dituangkan dalam suatu Coal-Supply and Purchase Agreement. Coal-Supply and Purchase Agreement tersebut sehubungan dengan rencana penjualan batu bara yang berasal dari tambang batu bara milik perseroan kepada TNB Fuel Services Sdn Bhd (TNB) melalui perantaraan Aditya.

Aditya adalah perusahaan supplier batubara yang merupakan agen dari TNB dan dalam hal ini perseroan akan diwakili oleh Southdale selaku agen Perseroan untuk memasok batubara kepada Aditya.

Untuk transaksi ini, Aditia dan Southdale telah menunjuk Berkshire sebagai konsultan bisnis. perseroan juga telah menandatangani MoU dengan Huadian Power International Corporate Limited untuk kerjasama investasi pada pembangkit listrik yang bersumber dari tenaga batubara dan tenaga air pada 12 Oktober 2012.

Sebelumnya, perseroan mengantongi kontrak penjualan batu bara dengan Southdale Resources Sdn Bhd dan Tenaga Nasional BHD Malaysia senilai US$ 150 juta,”Kontrak ekspor batu bara yang kami peroleh dari dua perusahaan tersebut sebanyak tiga juta ton per tahun," kata Presiden Direktur E2I Henry S. Sitanggang.

Menurut Henry, kontrak kerja sama tersebut merupakan upaya perseroan untuk merambah bisnis energi dari hulu hingga hilir. "Kami akan merambah bisnis energi dari hulu hingga hilir seiring perubahan dengan mengembangkan bisnis ke berbagai sumber energi, seperti energi terbarukan," ujar Henry.

Selain meningkatkan kapasitas penjualan batu bara ke Malaysia, perusahaan juga bersiap menjadi produsen dan pemasok energi listrik. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Jatuhkan Sanksi Denda Rp 200 Juta AISA - Telat Beri Laporan Keuangan

NERACA Jakarta - Selain perdagangan sahamnya masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), kini PT Tiga Pilar Sejahtera Foods…

Depok Intensif Jadikan Sampah Usaha Potensi Ekonomis - Darurat Suplay 1200 Ton/Hari Sampah

Depok Intensif Jadikan Sampah Usaha Potensi Ekonomis Darurat Suplay 1200 Ton/Hari Sampah NERACA Depok - Pemerintah Kota Depok makin intensif…

Petani Tertipu Importir Bawang Putih - Buka Lahan Ratusan Juta Tidak Ada Realisasi Tanam Bibit

Petani Tertipu Importir Bawang Putih Buka Lahan Ratusan Juta Tidak Ada Realisasi Tanam Bibit NERACA Jakarta - Kelompok tani di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rencana Perubahan Lot Saham - APEI: Perlu Ada Kesiapan Anggota Bursa

NERACA Jakarta – Rencana direktur utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi bersama tim menurunkan jumlah satu lot jadi…

Pacu Nilai Tambah di Sektor Hilir - MGRO Bangun Pabrik Senilai Rp 330 Miliar

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar dari IPO, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) akan berinvetasi sebesar Rp 330 miliar membangun…

Kembangkan Ekspansi Bisnis - NFC Indonesia Buka Peluang Untuk Akuisisi

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, harga saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) langsung dibuka menguat 49,73% pada…