Swasta Go Green Saving Energy

Atasi Pemanasan Global

Sabtu, 20/10/2012

NERACA

Penggunaan energi listrik, merupakan salah satu indikator yang digunakan dalam menilai apakah suatu korporasi telah berwawasan lingkungan atau belum, ini erat kaitannya dengan isu pemanasan global itu sendiri.

Selama ini sebagian besar sumber energi utama manusia di bumi lebih terfokus pada penggunaan Bahan Bakar Fosil (BBF) seperti minyak bumi, gas, dan batubara yang jelas-jelas telah banyak menghasilkan gas-gas rumah kaca seperti CO2, dan telah memberikan kontribusi terbesar bagi Pemanasan Global.

Di samping itu, mengingat BBF merupakan energi tersimpan, sehingga dapat diperkirakan stock yang ada di perut bumi, hanya dapat dimanfaatkan untuk beberapa tahun ke depan, untuk itu, perlu upaya efisiensi dalam penggunaannya sambil terus-menerus mengembangkan energi alternatif yang ramah lingkungan seperti Energi Matahari (Solar Cell) yang terus-menerus mengalir dan tidak akan habis selama matahari masih bersinar, Energi Air, Energi Angin, Bio-fuel, Panas Bumi(Geothermal)dan Telkom mengambil inisiatif untukGo Greensavingenergy.

Sesuai dengan instruksi Presiden tentang penghematan energi yang ditindaklanjuti berbagai peraturan perusahaan terkait pelaksanaannya, perusahaan-perusahaan besar mulai melakukan program Go Green. Beberapa di antaranya adalah Pertamina, Panasonic, Toyota, dan Danamon.

Tak mau ketinggalan dengan perusahaan lainnya, Telkom berkomitmen untuk berperan aktif dalam pengurangan emisi karbon sebesar 26% pada 2020. Dengan menggandeng mitra internalnya Regional Distribution Center (RDC),Telkom, yang telah aktif menanam pohon lebih dari16.000 pohon hingga Oktober 2012 ini mengusung percontohanmodellingTelkomGo Greenbertema Creating Better Life for Better Future untuk beberapa proyek di lokasi NGN Gombel, semarang.

SGM RDC, Joddy Hernady mengatakan, mengacu pada instruksi Presiden RDC dengan support dari Central Distribution Center (CDC) melakukan beberapa kajian dan pengembangan implementasi terhadap kebijakan tersebut dan bersama mitra vendor mengaplikasikannya di lapangan.

Secara umum, kegiatan dilakukan dalam beberapa segmen seperti penggantian lampu TL, day-light dan mercury denganlampu LED(bekerja sama dengan Phillips, HORI, OSRAM dan Energyled). Penggantian gas Freon dalam AC dengangashydrocarbon(bekerja sama dengan Pertamina). Serta Pemasangan perangkatElectronic Fuel Treatment(EFT) di genset untuk mengurangi emisi gas buang (bekerja sama dengan LIPI).

Sedangkan implementasi pemodelan TelkomGo Greendi STO/ NGN Gombel Semarang meliputi penggantian sekitar 90 lampu jenis TL,day light,danmercury, dengan lampu LED; pemasangan EFT pada genset 125 KVA, dan pemakaian gasHidrocarbonpada 878 AC di STO seluruh Regional IV.

Pemodelan diimplementasikan di lima kategori gedung Telkom, yaitu: Gedung STO Besar, lokasi percontohan STO Gombel; Gedung STO Sedang, lokasi percontohan STO Tulungagung, Gedung STO Kecil, lokasi percontohan STO Wlingi, Blitar; Gedung Plasa Telkom, lokasi percontohan Plasa Telkom Setiabudi Bandung; Serta shelterBTS, lokasi percontohan BTS Bojong Waru, Pangalengan.