Danai Ekspansi Bisnis Listrik, Medco Power Berencana IPO

Rabu, 17/10/2012

NERACA

Jakarta - PT Medco Power Indonesia berencana mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) pada tahun 2016 mendatang. Kata Presiden Direktur Medco Power, Fazil Erwin Alfitri, rencana IPO dilakukan untuk menambah kemampuan finansial perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis di bidang kelistrikan. “Pendanaan yang ada hari ini (sekarang) cukup untuk proyek yang ada saat ini, saya masih membutuhkan pendanaan lagi untuk mengembangkan perusahaan menjadi lebih besar lagi,” katanya di Bali, Selasa (16/10).

Fazil mengatakan, perseroan memiliki dana US$ 500 juta untuk mendanai proyek-proyek yang sudah ada. Dana tersebut menurut dia berasal dari kas internal dan komitmen pinjaman. Namun, dalam horizon jangka panjang, Medco Power akan ekspansi ke pembangkit listrik maupun sebagai operator pembangkit milik pihak lain.

Menurut Fazil, IPO 2016 dilakukan untuk meluluskan proyak tersebut. Rencananya IPO di tahun 2016, lanjut dia dengan melihat beberapa hal yang harus dilakukan perseroan. “Masih ada fundamental yang ingin kami kejar. Targetnya, kalau nilai perusahaan sudah mencapai US$ 500 juta. Jadi kemungkinan bisa tercapai pada 2016,” ujarnya

Fazil menambahkan, saat ini Medco Power memiliki beberapa proyek energi listrik raksasa. Selain meningkatkan kapasitas dua pembangkit bertenaga gas di Batam, anak perusahaan pengusaha Arifin Panigoro itu bersiap merampungkan pembangkit berteknologi panas bumi Sarulla di Sumatera Utara yang diklaim terbesar sejagat.

Saat ini Medco Power sedang menggarap proyek pembangkit listrik seperti dua unit PLTGU di Batam, yaitu PLTGU) Mitra Energi Batam berkapasitas 85 megawatt (MW) dengan investasi US$ 65 juta dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Energi Listrik Batam yang berkapasitas 55 MW dengan investasi US$ 60 juta.

Selain proyek pembangkit listrik tersebut, Medco Power juga mengembangkan dua proyek panas bumi (geothermal), yaitu PLTP Sarula di Sumatera Utara dengan kapasitas 3x110 MW dan nilai investasi US$ 1,5 miliar. Proyek geothermal lainnya adalah PLTP Ijen di Jawa Timur dengan kapasitas 2x55 MW dan nilai investasi US$ 300 juta.

Medco Power, kata Fazil memfokuskan diri pada pengembangan energi baru dan terbarukan. Karena itu, selain pembangkit berbahan bakar gas dan panas bumi, saat ini Medco Power juga menggarap proyek Pembangkit Listrik Mikro Hidro di Cianjur, Jawa Barat dengan kapasitas 10 MW. Proyek ini akan beroperasi tahun 2014.

Medco Power merupakan perusahaan patungan PT Medco Energi Internasional, Tbk dengan PT Saratoga Power yang bergerak sebagai pemasok energi listrik. Rencana tersebut didorong bergabungnya pemilik saham baru yaitu Saratoga Power ke kubu Medco.

Tahun lalu, perusahaan milik Sandiaga S. Uno itu mengakuisisi 51% saham Medco Power dan berpartisipasi dalam penempatan saham baru tahap I dan tahap II yang dikeluarkan perseroan, dengan nilai total sebesar US$ 112 juta. Fazil menilai bergabungnya Saratoga membuat Medco Power naik kelas. Saat berdiri pertama kali pada 2003, total aset perseroan hanya US$ 300.000.

Melalui IPO, Fazil berharap bisa terakselerasi menjadi US$ 1 miliar. Namun, agar keinginan itu terwujud, dia sadar perusahaan pemasok energi listrik ini wajib menawarkan skema bisnis yang mampu menarik minat investor.

Selama ini Medco Power menggandeng bank lokal seperti Mandiri dan BCA untuk mendukung proyek mereka. Berkaca dari pengembangan Sarulla yang membutuhkan dana US$ 1,5 miliar, maka rencana bisnis ke depan perlu mendapat tambahan dana alternatif, khususnya lewat IPO. (lia)