Per September, Realisasi Capex Summarecon Baru Rp 550 Miliar

Rabu, 17/10/2012

NERACA

Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan realisasi belanja modal sudah mencapai sebesar Rp 550 miliar atau sekitar 32,35% dari alokasi belanja modal tahun ini sebesar Rp 1,7 triliun.

Direktur Utama Summarecon Agung, Johanes Mardjuki mengatakan, dana tersebut digunakan untuk menggarap dua proyek yang sedang dijalankan perseroan. “Hingga September, proyek jalan layang Summarecon baru terserap Rp200 miliar dan proyek Summarecon Mall Bekasi sekitar Rp300 miliar,”katanya di Jakarta (16/10).

Dia mengungkapkan, proyek Summarecon Mall Bekasi akan segera mulai beroperasi. Kemudian, lanjutnya, sisa belanja modal akan dialihkan pada 2013 untuk membiayai proyek-proyek perseroan lainnya.

Perseroan sebelumnya menargetkan belanja modal 2012 akan digunakan untuk pembangunan digital mall yang terletak di Serpong dengan nilai investasi sebesar Rp180 miliar, pembangunan Summarecon Mall Bekasi sebesar Rp550 miliar, pembangunan dua hotel di Bali senilai Rp750 miliar dan pembangunan jalan layang senilai Rp250 miliar,”Rencananya tahun ini belanja modal juga akan digunakan untuk pembangunan digital mall yang terletak di Serpong dan pembangunan dua hotel di Bali, namun sepertinya tahun ini hanya proyek jalan layang dan Summarecon Mall Bekasi,” paparnya.

Johanes mengaku, pihaknya hanya akan menyelesaikan proyek jalan layang dan mal. Meskipun demikian, kata dia, pihaknya juga berencana mengakuisisi lahan untuk pengembangan bisnis terutama di daerah Jabodetabek. Dia menilai, lahan di daerah tersebut cukup strategis mengingat potensi ekonomi masyarakat sekitar yang terus tumbuh seiring dengan kenaikan jumlah populasi penduduk. “Rencananya kami akan menambah lahan untuk pengembangan bisnis selanjutnya, namun masih dalam tahap mencari yang sesuai dengan harapan kami,” ujarnya.

Kinerja Perseroan

Hingga September 2012, perseroan telah meraup prapenjualan sebesar Rp3 triliun atau sekitar 81,1% dari target tahun ini sebesar Rp3,7 triliun. Sekitar 40% prapenjualan tersebut tercatat disumbang dari proyek Serpong, sementara 60% berasal dari Summarecon Kelapa Gading dan Summarecon Bekasi.

Sepanjang Januari-Juni, perseroan mencatat telah membukukan pendapatan mencapai Rp1,51 triliun, naik 61,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Nilai tersebut mendongkrak laba bersih menjadi Rp307,11 miliar, naik 97,7% dari Rp155,35 miliar.

Sebagian besar pendapatan dihasilkan dari bisnis pengembangan properti sebesar Rp1,08 triliun atau 71,5% dari total pendapatan. Sementara itu, sisanya disumbangkan bisnis properti investasi mencapai Rp346,2 miliar dan bisnis lain-lain seperti rekreasi, pelayanan kesehatan, hotel sebesar Rp89,33 miliar. (lia)