Tidak Perlu Dana Besar, IPO Semen Baturaja Hanya 20%

Rabu, 17/10/2012

NERACA

Jakarta –Setelah PT Semen Baturaja mengantongi izin penawaran saham perdana atau IPO dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada awal tahun depan, menjadi angin segar setelah sekian lama tertunda. Namun Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan, saham yang bakal dilepas hanya 20% dan tidak lebih. Alasannya,perseroan tidak terlalu membutuhkan tambahan modal secara mendadak.

Menurutnya, untuk membiayai proyek-proyeknya, Semen Baturaja bisa memperoleh dana dari pinjaman perbankan karena dinilainya telah memenuhi syarat untuk menarik pinjaman, “Kita sepakati saham yang dilepas jangan banyak dulu 20% karena tidak terlalu butuh duit,"katanya di Jakarta kemarin.

Sebelumnya, komisi VI DPR menyetujui rencana IPO Semen Baturaja sebanyak 35% dengan target Rp 1 triliun. Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto menyampaikan, persetujuan privatisasi Semen Baturaja dalam program tahunan privatisasi tahun 2012 dengan melepas kepemilikan saham yang dilepas maksimal 35% termasuk kepemilikan karyawan (MSOP).

Airlangga menuturkan, pelaksanaan proses IPO harus mengutamakan transparansi dan akuntabilitas, termasuk penunjukkan penjamin pelaksana emiten beserta profesi penunjang, distribusi saham, serta penentuan waktu, jumlah dan harga.

Rencananya, Semen Baturaja bakal merealisasikan IPO pada Februari 2013. DPR memberikan catatan dalam IPO Semen Baturaja, seperti penggunaan dana, efisiensi operasional perusahaan, hingga pertanggungjawaban IPO.

Sesuai dengan rencana, dana hasil IPO akan digunakan untuk menambah biaya investasi pembangunan panrik baru. Pabrik baru yang akan dibangun berlokasi di Jambi dan Sumatera Selatan dengan total investasi Rp2,5 triliun, yang akan dibiayai dari IPO sekitar Rp1 triliun, internal Rp1 triliun dan pinjaman bank Rp500 miliar. (bani)