IHSG Akhir Tahun Diyakini Tembus 4.400 Poin

Jumlah Saham IPO Turun

Rabu, 17/10/2012

NERACA

Jakarta – Meskipun jumlah kapitalisasi penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, tetap memberikan keyakinan bila kinerja bursa saham hingga akhir tahun 2012 masih bagus.

Menurut analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin, kinerja bursa saham Indonesia hingga akhir 2012 dinilai masih bagus dan masih memiliki potensi peningkatan karena ditopang fundamental ekonomi domestik yang cenderung baik, “Dengan konsumsi yang masih tinggi maka produksi emiten akan meningkat terutama sektor konsumer. Meningkatnya konsumsi masyarakat itu didorong dari pendapatan masyarakat yang juga meningkat,”katanya di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, konsumsi dalam negeri yang masih tinggi menjadi salah satu faktor pendukung bursa saham Indonesia mengalami pertumbuhan. Maka dengan mempertimbangkan dari beberapa aspek, kata Abidin indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga akhir 2012 diperkirakan dapat mencapai level 4.400 poin.

Hal senada juga disampaikan pengamat ekonomi Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih, penduduk Indonesia dengan usia produktif yang lebih besar dibandingkan non produktif juga menjadi faktor pendukung perekonomian dalam negeri, kondisi itu akan memacu ekspansi perusahaan,”Sektor transportasi dan infrastruktur juga diuntungkan dengan faktor itu,"ungkapnya.

Sementara Direktur PT Buana Capital Benny Hadiman mengatakan kondisi pasar saham saat ini cukup sehat dibanding 2011 lalu yang cenderung dibayangi sentimen negatif dari melambatnya ekonomi AS dan krisis utang di Eropa.

Dia menambahkan, tahun ini sentimen negatif juga dinilai sudah berkurang sehingga pasar modal Indonesia masih dapat tumbuh seperti pada tahun sebelumnya, “Pada tahun ini, sentimen negatif sudah terantisipasi oleh investor, dengan begitu pasar saham secara otomatis akan kembali stabil,"ujarnya.

Baik Abidin dan Benny, keduanya menyakini pasar saham di dalam negeri secara umum juga masih dalam area yang positif seiring minat perusahaan melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) masih tinggi, “Pasar saham kita masih cukup positif ke depannya, sehingga saham IPO juga masih diminati," kata Benny.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Ito Warsito pernah mengatakan, pihaknya optimistis kinerja emiten di pasar modal akan tumbuh di atas 20% hingga akhir 2012 seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia,”Dengan kinerja emiten yang tumbuh maka pasar modal Indonesia akan ikut tumbuh dengan begitu dana asing juga akan terus masuk ke dalam negeri," katanya.

Asal tahu saja, terus bergerak volatilenya IHSG memicu beberapa perusahaan yang bakal melakukan IPO menurunkan jumlah saham perdananya dari target diawal. Sebut saja PT Provident Agro Tbk (PALM) yang mengurangi jumlah saham ke publik sebanyak 659,151 juta atau 13,4%. Sebelumnya perseroan bakal melepas saham ke publik 1.422,945 saham atau 25% dari jumlah modal yang disetor setelah IPO. (bani)