Berkah Catatkan Rekor, IHSG Masih Diramaikan Aksi Beli

Rabu, 17/10/2012

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 15,554 poin (0,36%) ke level 4.329,076. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,482 poin (0,47%) ke level 750,082. Penguatan indeks membawa pada rekor baru dan hal ini dipicu aksi beli investor terhadap saham-saham lapis dua.

Analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin mengatakan, IHSG BEI menguat meski masih dalam kisaran yang terbatas. “Penguatan indeks BEI juga mengikuti bursa-bursa global yang berada di area positif menyusul data penjualan ritel AS," katanya di Jakarta, Selasa (16/10).

Dia menambahkan, masuknya dana asing ke pasar saham juga menjadi salah satu katalis indeks saham di dalam negeri mengalami penguatan hingga menembus poin tertinggi baru. Menurut data perdagangan saham BEI, pelaku pasar asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp369,110 miliar.

Sementara analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, menguatnya IHSG didorong oleh menguatnya bursa regional menyusul data penjualan ritel AS dan laporan keuangan Citigroup yang melampaui perkiraan,”Data penjualan ritel AS bulan September tumbuh 1,1% melampaui perkiraan yang hanya sebesar 0,8 persen," ujarnya.

Selanjutnya, dia memproyeksikan indeks BEI Rabu akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 4.300-4.338 poin. Perdagangan Selasa kemarin, saham-saham lapis dua punya peran paling penting dalam pencetakan rekor kali ini. Aksi ambil untung di saham-saham unggulan membuat laju indeks tersendat.

Penguatan dipimpin oleh indeks sektor aneka industri. Sedangkan saham-saham komoditas terkena aksi ambil untung dan terkoreksi cukup dalam. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 136.635 kali pada volume 3,693 miliar lembar saham senilai Rp 3,838 triliun. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 100 saham turun, dan 122 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak kompak menguat setelah mendapat sentimen positif dari membaiknya data retail AS dan China. Bursa saham Jepang memimpin penguatan pasar saham Asia kemarin. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Prima (LPIN) naik Rp 350 ke Rp 10.050, Indocement (INTP) naik Rp 300 ke Rp 21.450, Telkom (TLKM) naik Rp 250 ke Rp 9.850, dan Lion Metal (LION) naik Rp 200 ke Rp 10.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.900 ke Rp 51.250, Mayora (MYOR) turun Rp 350 ke Rp 23.200, Pioneerindo (PTSP) turun Rp 300 ke Rp 2.100, dan Asahimas (AMRT) turun Rp 200 ke Rp 5.300.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup naik tipis 0,531 poin (0,01%) ke level 4.314,053. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,056 poin (0,01%) ke level 746,544. Indeks sempat meluncur ke posisi terendahnya di level 4.304,721 akibat aksi ambil untung. Saham-saham unggulan yang sudah naik tinggi mulai dilepas investor, terutama saham-saham komoditas.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 76.652 kali pada volume 1,992 miliar lembar saham senilai Rp 1,672 triliun. Sebanyak 86 saham naik, sisanya 90 saham turun, dan 115 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Prima (LPIN) naik Rp 600 ke Rp 10.300, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 200 ke Rp 20.400, Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 175 ke Rp 3.000, dan Inovisi (INVS) naik Rp 150 ke Rp 6.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 52.700, Surya Citra Media (SCMA) turun Rp 150 ke Rp 10.500, Nipress (NIPS) turun Rp 150 ke Rp 5.200, dan Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 25.900.

Penguatan indeks BEI juga terjadi saat pembukaan perdagangan. Dimana IHSG naik 7,11 poin atau 0,16% ke posisi 4.320,63. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,81 poin (0,24%) ke level 748,41,”Mayoritas bursa Asia termasuk IHSG BEI pagi dibuka menguat didorong oleh perusahaan-perusahaan berorientasi ekspor, kondisi itu dikarenakan membaiknya data ritel penjualan di AS," kata analis Samuel Sekuritas Sally Agustina.

Dia menambahkan, data AS itu juga berhasil mengkompensasi sentimen negatif lemahnya data inflasi China di bulan September. Hal yang sama juga terjadi pada bursa regional yang di buka menguat, diantaranya indeks Hang Seng menguat 33,98 poin (0,16%) ke level 21.182,23, indeks Nikkei-225 naik 71,86 poin (0,84%) ke level 8.649,79, dan Straits Times menguat 11,92 poin (0,39%) ke level 3.054,97. (bani)