Penerbit Media Termuda di Dunia - Owner Girlpez Fashion Magazine :Savannah Britt

NERACA

A little knowledge that acts is worth infinitely more than much knowledge that is idle.

Sedikit pengetahuan namun melakukan tindakan, akan lebih berharga daripada banyak pengetahuan namun tanpa tindakan. Inilah yang dilakukan Savannah Britt, gadis asal Voorhees, Kota New York Amerika dengan kreatifitas menulisnya.

Menulis bagi gadis berkulit hitam kelahiran 21 Maret 1994 memang sudah tampak sejak ia berusia 8 tahun. Dengan menulis pula Savannah akrab ia disapa akhirnya menjadi sosok entrepreneur di industri media.

Ia sukses menerbitkan Majalah Girlpez, sebuah majalah ternama dibidang fashion yang membidik kalangan remaja seantero Amerika. Media yang diterbitkannya disaat ia berusia 14 tahun. Fantastis.

Tidak seperti remaja lainnya diusia 14 tahun, Savannah muda justru tidak disibukkan dengan umumnya kawan sebaya, dengan mengejar anak laki-laki atau bertengkar dengan orang tua lantaran mengenakan rok pendek. Ia justru aktif bergelut di dunia bisnis, Savannah sibuk menciptakan sebuah kerajaan di industri media dengan nama Girlpez.

Tulisan pertama Savannah, ketika ia berusia 8 tahun. Tulisan itu memang bukan tulisan panjang layaknya yang ia lakukan saat ini, namun hanya tulisan sepenggal puisi yang ia kirim dan diterbitkan dalam website poetry.com.

Namun sepanjang medio 2004-2005, kepolosannya menangkap peristiwa yang dituangkan dalam tulisan, menarik perhatian sebuah penerbitan asal New Jersey Amerika. Tawaran sebagai penulis untuk mengisi tulisan dibeberapa resensi yang akan diterbitkan dalam Koran Kitchen Table, segera ia sanggupi. Inilah langkah kali pertama ia menjajaki sebagai penulis profesional dan bekerja pada media dengan 70.000 pembaca.

Sejalan waktu, Savannah memutuskan untuk membuat situs website sendiri, dengan nama Girlpez.com, yang membidik kalangan remaja seputar fashion dan lifestyle-nya sebagai segmen para pengunjungnya.

Sadar dengan profit yang dapat diperoleh dengan banyaknya pengunjung situs Girlpez, Savannah memutuskan membuat Girlpez dalam bentuk sebuah majalah.

“Saya suka tantangan. Saya pikir apa yang mendorong saya untuk memulai adalah fakta bahwa saya masih sangat muda, dan saya melakukan sesuatu yang tak seorang pun disekitar saya bisa melakukannya,” ucapnya saat melauncing edisi perdana Girlpez Magazine yang cepat terjual habis. Ia pun dinobatkan sebagai penerbit muda di dunia.

Girlpez adalah majalah yang mengulas kegiatan entertainment, seperti konser dan fashion show, dengan wawancara eksklusif sejumlah orang ternama seperti Shwayze, Kevin Rudolf, dan Dawn dari Dannity Kane, Chris Brown, Sean Kingston, Lil Wayne, dan Leona Lewis.

Menurut dia, tantangan membagi waktu antara membangun bisnis media dan mengikuti pelajaran sekolah, menjadi persoalan yang harus ia pecahkan. “Intinya orangtua saya tidak ingin pendidikan sekolah terlantar dengan apa yang saya kerjakan,” ungkap Savannah.

Ia pun berkisah. “Saya pergi ke sekolah enam jam sehari dan saya berlatih basket setelahnya. Lalu Saya langsung pulang dan melakukan wawancara untuk materi yang akan dimuat dalam Girlpez,” ujarnya. Dan Sabtu pagi adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan wawancara, “Karena itulah satu-satunya waktu saya punya,” jelasnya.

Saat Saya berusia sekitar 14 tahun, kata Savannah, ia sempat diliputi kekuatiran bila Majalah Girlpez yang ia kelola akan membuat dirinya menelantarkan pendidikan formal, terlebih ia mendapati bila nilai sekolahnya cenderung mulai menurun, “Tapi Saya harus bangkit. Meski Saya selalu berusaha menjadi orang yang sangat independen, akhirnya Saya meminta bantuan dari orang tua juga,” ujarnya tersenyum.

Ia menilai bila kedua orang tua memberi pengaruh besar dalam bentuk karirnya sebagai pengusaha di industri media, “Orang tua saya sangat mendorong dan mendukung apa yang saya Saya lakukan, sejauh itu mereka anggap positif,” ujar Savannah, mereka sangat mengilhami saya.

Girlpez yang kini didukung orang top di industri media, seperti Amy Astley, pemimpin redaksi dari Teen Vogue, bahkan Amy secara pribadi mengundang Savannah untuk datang mengunjungi kantornya di Kota New York. “Saya senang dan puas dengan apa yang telah dicapai. Mungkin kelak sebuah program stasiun televisi akan menarik untuk dikembangkan,” ucapnya gadis yang kini berusia 18 tahun ini dengan penuh harap dapat mewujudkannya.

Related posts