Tinggkatkan Pendapatan, Surya Semesta Garap Bisnis Tol

Akuisisi Tol Jakarta-Cikampek

Selasa, 16/10/2012

NERACA

Jakarta – Bisnis jalan tol masih memiliki prospek yang menggiurkan seiring dengan meningkatnya volume kendaraan tiap tahunnya. Maka atas alasan itulah, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) berencana mengakuisisi jalan tol Jakarta-Cikampek untuk meningkatan pendapatan berulang (recurring income). Berdasarkan catatan PT Jasa Marga Tbk, volume lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek selalu mengalami peningkatan. Tahun 2009, jumlah kendaraan mencapai 342.751, tahun 2010 sebanyak 363.295 dan tahun 2011 berjumlah 483.156 unit kendaraan.

Direktur Utama PT Surya Semesta Internusa Tbk Johannes Suriadjaja mengatakan, dirinya optimis pendapatan berulang dapat meningkat, mengingat kendaaraan akan melalui jalan tol setiap harinya, “Dana melakukan akuisisi jalan tol Jakarta-Cikampek ini seluruhnya menggunakan dana kas internal perseroan,"katanya di Jakarta kemarin.

Dia menyebutkan, untuk melakukan akuisisi tersebut, perseroan diperkirakan menyiapkan dana sekitar Rp800 miliar. SSIA pun menargetkan pendapatan berulang secara keseluruhan mencapai 30% dalam waktu lima tahun mendatang. Selain itu, perseroan berencana membeli 20% saham yang dimiliki investor perseorangan. "Di mana sebelumnya investor individu ini sudah mengakuisisi jalan tol Jakarta-Cikampek terlebih dahulu. Setelah itu baru perseroan membeli saham konversi jalan tol dari pemilik saham jalan tol sebesar Rp140 miliar," ungkapnya

Menurutnya, untuk memuluskan rencana akuisisi jalan tol ini, perseroan akan meminta persetujuan dari para pemegang saham perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Perseroan berencana melakukan RUPSLB pada 31 Oktober 2012.

Bangun Budget Hotel

Selain itu, SSIA juga berencana membangun lima hotel budget, dari rencana tujuh hotel budget senilai Rp350 miliar. Perseroan telah melakukan pembelian lahan di beberapa lokasi yaitu Karawang, Jakarta, Surabaya, Palembang dan Pekanbaru.

Hingga semester pertama 2012, perseroan mencatatkan pendapatan Rp1,76 triliun dari periode sama sebelumnya Rp1,54 triliun. Laba tahun berjalan mencapai Rp382,20 miliar pada semester pertama 2012, YoY dari Rp150,59 miliar. Kas dan setara kas perseroan mencapai Rp1,09 triliun pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar Rp584,07 miliar.

Sebagai informasi, PT Surya Semesta Internusa Tbk sebagai perusahaan bergerak di bidang properti, konstruksi dan perhotelan ini menargetkan pendapatan usaha konsolidasi sebesar Rp 3,2 triliun dan laba bersih konsolidasi Rp 550 miliar di tahun 2012. Tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan usaha konsolidasi sebesar Rp 2.876 miliar dan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 257 miliar di tahun buku 2011.

Belum lama ini, perseroan juga menawarkan kupon obligasi sebesar 8,25%-10%. Rencananya, obligasi tersebut akan diterbitkan dalam waktu dengan dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 500 miliar.

Obligasi akan diterbitkan dalam dua seri. Obligasi A dengan kupon 8,25-9,25%, memiliki tenor tiga tahun. Sementara obligasi B memiliki kupon 9-10%dengan tenor lima tahun, “Obligasi ini digunakan untuk pengembangan kawasan industri, pembayaran utang dan modal kerja perseroan,”kata Direktur Utama Surya Semesta Internusa Johanes

Dia menuturkan, 90% dana yang dihimpun dari obligasi akan digunakan untuk penyertaan modal kepada entitas anak usaha, Surya Citra Semesta (SCS) yang bergerak di bidang industri. Sedangkan enam sampai sembilan persen akan digunakan untuk pemberian pinjaman kepada entitas anak usaha lainnya.

Untuk aksi korporasi ini, perseroan telah menunjuk tiga sekuritas sebagai penjamin emisi, yakni Mandiri Sekuritas, Indopremier Securities, dan HSBC Sekuritas. Obligasi mendapat rating A- dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). (bani)