Diversifikasi Pasar Ekspor IKM

Oleh: Munib Ansori

Wartawan Harian Ekonomi NERACA

Kinerja Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Indonesia jelas belum optimal. Hal ini setidaknya tercermin dari kontribusi IKM terhadap total ekspor masih relatif kecil, sekitar 20% atau sekitar US$30 miliar. Fakta ini sekaligus memberi penjelasan bahwa sektor IKM masih butuh bimbingan yang intensif.

Kendati pemerintah telah memiliki IKM unggulan, namun penetrasi pasarnya masih jauh dari potensi yang ada. Apalagi di pasar ekspor. Penetrasi pasar ekspor IKM masih lemah antara lain karena kualitas produk dan kontinuitas produksi. Produk furnitur, kerajinan dan fesyen yang merupakan komoditas unggulan produk IKM, sejauh ini memang menjadi andalan ekspor produk barang jadi. Akan tetapi, ekspor IKM dilakukan melalui trader sehingga nilai tambahnya tidak dinikmati pelaku IKM.

Karena itu, di tingkat perdagangan luar negeri, IKM perlu penguatan daya saing dan pemahaman pasar terutama ekspor serta prosedur ekspor. Selain itu, pemanfaatan teknologi modern dalam geliat IKM akan mendorong perluasan pasar ekspor produk IKM. Komitmen pemerintah juga diperlukan dalam pengembangan industri pengolahan hilir, terutama dengan memberikan insentif kepada para pengusaha yang berminat menanamkan modalnya di sektor ini.

Agaknya, semua pihak, termasuk pemerintah sudah sangat paham, bahwa peningkatan daya saing dan kinerja IKM masih terganjal oleh rendahnya kualitas sumber daya manusia. Lebih detailnya, rendahnya kualitas tersebut meliputi aspek kompetensi, keterampilan, etos kerja, karakter, kesadaran akan pentingnya konsistensi mutu dan standarisasi produk barang dan wawasan kewirausahaan.

Padahal semua kemahiran ini sangat diperlukan untuk mempertahankan atau memperbaiki kualitas produk, meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam produksi, memperluas pangsa pasar dan menembus pasar baru. Diversifikasi pasar ekspor IKM mustahil dicapai jika tak ada akselerasi peningkatan kualitas SDM di sektor IKM.

Seperti telah umum diketahui, IKM sudah terbukti menjadi penyelamat perekonomian secara nasional di saat krisis ekonomi dan global melanda Indonesia. Berkembangnya pengusaha IKM juga memberi dampak positif lainnya bagi pemerintah seperti membantu penyerapan tenaga kerja. Peranan IKM yang tak kalah penting yakni sebagai salah satu faktor utama pendorong perkembangan dan pertumbuhan ekspor non-migas dan sebagai industri pendukung yang membuat komponen-komponen dan spare parts untuk industri besar lewat keterkaitan produksi misalnya dalam bentuk subkontrak.

Di era perdagangan bebas saat ini, industri kecil di Indonesia diharapkan mampu menjadi pencipta pasar di dalam maupun di luar negeri dan sebagai salah satu sumber penting bagi surplus neraca perdagangan. Keberadaan IKM semakin penting dalam hal kontribusinya yang besar atas kesempatan kerja dan pendapatan, khususnya di daerah perdesaan dan bagi keluarga berpendapatan rendah. IKM juga mempunyai peran sebagai motor penggerak bagi pembangunan ekonomi dan komunitas lokal. Di sinilah, IKM harus mendapat perhatian serius dari pemerintah agar usahanya bisa bertahan dan berkembang lebih besar.

Related posts