Eksplorasi Golden Energy Kuras Dana Rp362,13 Juta

Selasa, 16/10/2012

Per September 2012, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) menghabiskan dana Rp 362,13 juta untuk eksplorasi di Provinsi Jambi melalui dua anak perusahaannya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta kemarin.

Disebutkan, kegiatan eksplorasi yang dilakukan PT Kuansing Inti Makmur (KIM) dimaksudkan untuk mengambil data kualitas batu bara. Pemboran tersebut dilakukan di KIM West yaitu Desa Tanjung Belit, Kecamatan Jujugan, Kabupaten Muara Bungo Provinsi Jambi.

Biaya eksplorasi yang dikeluarkan selama September terdiri dari biaya operasional dari dana 2012 sebesar Rp21.361.000 termasuk untuk pembelian logistik dan alat safety serta spare part. Sementara itu, anak usaha lain, yaitu PT Borneo Indobara (BIB) kegiatan eksplorasi dilakukan di Blok Batulaki Utara dan Blok Kusan. Biaya yang dihabiskan untuk melakukan eksplorasi ini menghabiskan anggaran sebesar Rp341.072.250 per bulan September. Sedangkan anggaran year to date sebesar Rp3.186.158.000.

Kinerja Perseroan

Sepanjang Januari-Juni 2012 perseroan mencatat, perolehan laba periode berjalan sebesar Rp 146,03 miliar. Perolehan laba anak usaha Sinarmas Group yang bergerak di sektor batu bara ini menurun 10,15% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya mencapai Rp 162,53 miliar.

Beban pokok penjualan perseroan naik hampir dua kali lipat dari Rp 835,42 miliar menjadi Rp 1,65 triliun. Beban tersebut 78% dari total penjualan bersih. Sedangkan beban pokok penjualan tahun lalu hanya 67% dari total penjualan bersih sebesar Rp 835,42 miliar.

Adapun penjualan bersih perseroan pada enam bulan pertama tahun ini tercatat sebesar Rp 2,09 triliun. Sedangkan pada periode yang sama tahun lalu penjualan bersih GEMS sebesar Rp 1,23 triliun. Beban usaha perseroan pun membengkak. Total nilai beban usaha per Juni 2012 mencapai Rp 309,35 miliar, mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 186,6 miliar. Hal itu berujung pada tergerusnya laba usaha perseroan dari Rp216,38 miliar menjadi hanya Rp125,39 miliar.

Meskipun demikian, perseroan mampu membukukan peningkatan volume produksi sebesar 67 persen, menjadi 3 juta ton dari 1,8 juta ton tahun lalu. Tahun ini peseroan menargetkan bisa memproduksi sekitar tujuh ton batubara. Presiden Direktur Golden Energy Mines, Fuganto Widjaja sebelumnya mengatakan, pihaknya akan melakukan rasionalisasi biaya di berbagai unit untuk mengatasi skenario pasar yang penuh tantangan. (lia)