OJK Siapkan Edukasi Produk di 2013

Selasa, 16/10/2012

NERACA

Jakarta - Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) menyiapkan layanan edukasi kepada masyarakat untuk mengenali produk perbankan dan meminimalisasi terjadinya kerugian akibat penyalahgunaan produk tersebut.

"Layanan dilakukan agar masyarakat maupun nasabah memiliki pengetahuan lebih baik, dan keputusan terkait kepemilikan produk perbankan diiambil dengan pengetahuan memadai serta mengurangi sengketa (dispute)," ujar Anggota DK-OJK yang membidani edukasi dan perlindungan konsumen, Kusumaningtuti SS, di Jakarta, Senin (15/10).

Menurut dia, salah satu layanan yang akan dilakukan adalah memberikan pusat sambungan telepon terpadu (call center) yang berfungsi untuk memberikan penjelasan terkait keabsahan produk perbankan.

"Selama ini bank maupun lembaga keuangan nonbank memiliki call center maupun customer care tersendiri, kami ingin merancang yang terpadu dan saat ini sedang membangun infrastruktur teknologi informasinya," paparnya.

Lebih lanjut Kusumaningtuti menuturkan, layanan ini bermanfaat untuk memberikan penjelasan kepada nasabah terutama di daerah terpencil yang masih memiliki pengetahuan awam atas penerbitan produk jasa keuangan.

"OJK akan membangun sistem kerja sama call center dengan perbankan dan lembaga keuangan nonbank, dan kami akan melatih sumberdaya manusianya agar semua pertanyaan dari masyarakat akan terjawab," jelas dia.

Selain itu, Kusumaningtuti juga mengatakan, OJK akan menyiapkan strategi perencanaan keuangan (financial planner) kepada masyarakat untuk mendesain rencana keuangan mereka sebagai fungsi informasi dan memberikan layanan pengaduan hukum.

"Kami akan melakukan edukasi secara masif kepada masyarakat perbankan, pasar modal dan industri keuangan nonbank, dan dalam waktu dekat akan mengadakan focus group discussion (FGD) yang mengundang perwakilan ahli untuk mendiskusikan hal ini," ujarnya.

Dia pun berharap melalui layanan edukasi ini maka berbagai kasus pelanggaran hukum yang pernah melibatkan produk perbankan dan instrumen derivatif, serta merugikan nasabah tidak terulang kembali.

"Kami juga akan melakukan mediasi dan layanan pengaduan serta menjelaskan produk terkait perbankan dan non-lembaga keuangan seperti asuransi termasuk bentuk pengelolaan investasi, apakah terdaftar atau tidak," tukas Kusumaningtuti. [ria]