OJK Siapkan Edukasi Produk di 2013

NERACA

Jakarta - Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK) menyiapkan layanan edukasi kepada masyarakat untuk mengenali produk perbankan dan meminimalisasi terjadinya kerugian akibat penyalahgunaan produk tersebut.

"Layanan dilakukan agar masyarakat maupun nasabah memiliki pengetahuan lebih baik, dan keputusan terkait kepemilikan produk perbankan diiambil dengan pengetahuan memadai serta mengurangi sengketa (dispute)," ujar Anggota DK-OJK yang membidani edukasi dan perlindungan konsumen, Kusumaningtuti SS, di Jakarta, Senin (15/10).

Menurut dia, salah satu layanan yang akan dilakukan adalah memberikan pusat sambungan telepon terpadu (call center) yang berfungsi untuk memberikan penjelasan terkait keabsahan produk perbankan.

"Selama ini bank maupun lembaga keuangan nonbank memiliki call center maupun customer care tersendiri, kami ingin merancang yang terpadu dan saat ini sedang membangun infrastruktur teknologi informasinya," paparnya.

Lebih lanjut Kusumaningtuti menuturkan, layanan ini bermanfaat untuk memberikan penjelasan kepada nasabah terutama di daerah terpencil yang masih memiliki pengetahuan awam atas penerbitan produk jasa keuangan.

"OJK akan membangun sistem kerja sama call center dengan perbankan dan lembaga keuangan nonbank, dan kami akan melatih sumberdaya manusianya agar semua pertanyaan dari masyarakat akan terjawab," jelas dia.

Selain itu, Kusumaningtuti juga mengatakan, OJK akan menyiapkan strategi perencanaan keuangan (financial planner) kepada masyarakat untuk mendesain rencana keuangan mereka sebagai fungsi informasi dan memberikan layanan pengaduan hukum.

"Kami akan melakukan edukasi secara masif kepada masyarakat perbankan, pasar modal dan industri keuangan nonbank, dan dalam waktu dekat akan mengadakan focus group discussion (FGD) yang mengundang perwakilan ahli untuk mendiskusikan hal ini," ujarnya.

Dia pun berharap melalui layanan edukasi ini maka berbagai kasus pelanggaran hukum yang pernah melibatkan produk perbankan dan instrumen derivatif, serta merugikan nasabah tidak terulang kembali.

"Kami juga akan melakukan mediasi dan layanan pengaduan serta menjelaskan produk terkait perbankan dan non-lembaga keuangan seperti asuransi termasuk bentuk pengelolaan investasi, apakah terdaftar atau tidak," tukas Kusumaningtuti. [ria]

BERITA TERKAIT

Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur - Gandeng Binar Academy

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

BEI Beri Edukasi Finalis Aban None Jakarta - Dorong Antusiasme Investor Muda

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal dari kalangan anak muda terus dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan…

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,25%

      NERACA   Jakarta - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 18-19 Juli 2018 memutuskan untuk…

Kredit BTN Tumbuh 19,14%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan peningkatan penyaluran kredit sebesar 19,14% secara…

Laba Bank Jatim Tumbuh 5,01%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan laba bersih mengalami…